Desain Grafis Indonesia

Desain Grafis Indonesia

Fostering understanding among Indonesian graphic designers and its juncture in art, design, culture and society

Wajah–Wajah Eropa dalam Europe on Screen 2009

Festival Film Eropa atau Europe on Screen dilaksanakan pertama kali pada tahun 1990 dan dilanjutkan pelaksanaannya yang kedua kali pada tahun 1999. Pada tahun 2003, Festival Film Eropa telah dilaksanakan setiap tahun. Festival Film Eropa melakukan road show ke beberapa kota besar, termasuk kota Denpasar. Seperti tahun-tahun yang lalu, Festival ini akan kembali dilaksanakan di Alliance Française Denpasar pada tanggal 21 – 22 November 2009.

Bagi para penikmat film dan yang menyukai tontonan alternatif berkualitas, Festival Film Eropa wajib diikuti. Film-film yang akan diputar di Denpasar telah mendapatkan pengakuan Festival-Festival Film besar dunia. Festival film ini semakin menarik lagi karena didukung oleh 42 film dari 21 negara Eropa. Tahun ini, Festival Film Eropa akan mengambil tema “Wajah-Wajah Eropa.” Mengingat Indonesia dan Eropa berbagi nilai majemuk yang sama, Festival ini akan memberikan gambaran tentang budaya Eropa yang kaya dan beragam serta karakter orang-orang Eropa melalui film-film yang akan ditayangkan.

Jadwal pemutaran film Europe on Screen 2009
Sabtu, 21 November 2009
16.00 FC Venus (FINLAND) (15+)
18.00 Un franco, catorce pesetas (SPAIN)
20.00 Fly by Rossinant (BULGARIA) (15+)

Minggu, 22 November 2009
16.00 Il Vento fa il suo giro (ITALY)
18.00 Noah’s Ark (Noé bárkája) (HUNGARY)
20.00 Welcome (FRANCE) (15+)

Informasi & Reservasi gratis:
Alliance Française Denpasar
Jln. Raya Puputan I, No. 13A Renon
(belakang parkir Timur Lapangan Renon)
Phone: 0361 234 143
Email: culture@afdenpasar.org
Website: www.afdenpasar.org

The Youth Corner BALI
Jl. Raya Puputan Renon No. 64A, lantai 2
Ph.: +62 361 857 4545
+62 8176 909 319 (Nirartha)
Email: theyouthcorner.bali@gmail.com
Weblog: theyouthcornerbali.blogspot.com

Acara ini GRATIS & terbuka untuk umum…
Berikut ini resensi film–film yang akan diputar:

FC VENUS
Finland | 2005 | Romantic Comedy | 114 minutes | Finnish with English subtitle
Director: Joona Tena
Cast: Minna Haapkylä, Petteri Summanen, Laura Malmivaara, Lotta Lehtikari

FC Venus is a modern comedy about women and men. The main characters in the film are Anna and Pete, a couple in their late twenties who live happily together in Helsinki. Pete plays football on a team called FC HeMan. The team sucks, but its players still play, watch, and live for football. Anna hates the whole sport, but does not interfere with Pete’s hobby because she loves him. Anna ends up making a bet with Pete: She puts together a team from the wives and girlfriends of the FC HeMan players and challenges the men to a match at the end of the summer.

FC Venus adalah komedi romantis dengan karakter utama Anna dan Pete, pasangan di akhir dua puluhan yang hidup bahagia bersama di Helsinki. Pete bermain sepakbola dengan tim bernama FC HeMan. Timnya buruk, tetapi pemain-pemainnya tetap saja main, menonton dan hidup dari sepakbola. Anna benci sekali dengan olahraga ini, tetapi ia tidak campur tangan dengan hobi suaminya karena ia mencintainya. Sampai akhirnya Anna membuat taruhan dengan Pete: Anna membuat tim sepakbola yang terdiri dari istri-istri dan pacar-pacar anggota tim FC HeMan dan menantang para laki-laki untuk bertanding di akhir musim panas. Lalu terbentuklah tim perempuan FC Venus.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

UN FRANCO, CATORCE PESETAS (ONE FRANC, FOURTEEN PESETAS)
Spain | 2005 | Drama | 102 minutes | Spanish with English subtitle
Director: Carlos Iglesias
Cast: Carlos Iglesias, Javier Gutiérrez, Nieve de Medina, Isabel Blanco

Spain, 1960. Two friends, Martín and Marcos, leave as emigrants for Switzerland. All their hopes are pinned in Europe but soon, as they begin working in a car factory, they realise they have to adapt to a completely different mindset.

Spanyol, 1960. Dua sahabat, Martín dan Marcos, hidup sebagai emigran di Swiss. Mereka menggantungkan semua harapan mereka di Eropa tetapi akhirnya,setelah mereka mulai bekerja di pabrik mobil, mereka menyadari bahwa mereka harus menyesuaikan diri dengan pola pikir yang sama sekali berbeda.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

LETETE S ROSSINANT (FLY BY ROSSINANT)
Bulgaria | 2007 | Comedy | 84 minutes | Bulgarian with English subtitle
Director: Georgi Stoev
Cast: Krystjo Lafazanov, Itzhak Finzi, Stefaniya Koleva

A story about Bulgarian musicians, making a tour of Europe. In the morning they had a matinée in Graz and at night they are supposed to have a gala in Vienna. FLY BY ROSSINANT is a musical incorporating opera and silent movies elements.

Sebuah cerita tentang musisi-musisi Bulgaria yang melakukan pertunjukan di seluruh Eropa. Di suatu pagi mereka melakukan konser di Graz dan malam harinya, mereka seharusnya berada di Wina untuk acara gala. Film FLY BY ROSSINANT adalah musikal yang menggabungkan unsur-unsur opera dan film bisu.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

IL VENTO FA IL SUO GIRO (THE WIND BLOWS ROUND)
Italy | 2005 | Drama | 110 minutes | Italian with English subtitle
Director: Giorgieo Diritti
Cast: Thierry Toscan, Alessandra Agosti, Dario Anghilante, Giovanni Foresti

Chersogno is a small Occitan village in the Italian Alps, its survival dependent on a few elderly people and a handful of summer tourists. Into this small community, arrives a French shepherd, accompanied by his family and his goats. He sets up a small cheese-making business and its welcomed, if not with completely open arms. At first, his arrival shows the possibility of a new life for the village. But little by little the situation becomes increasingly difficult, with misunderstandings and rigidity plus a pinch of jealousy.

Kehidupan Chersogno, sebuah desa di perkampungan Occitan di pegunungan Alpen di Italia, sangat tergantung pada beberapa orang lansia dan sedikit turis musim panas. Dalam komunitas kecil itu, datanglah seorang penggembala Perancis, diiringi keluarga dan domba-dombanya. Dia mendirikan sebuah usaha pembuatan keju kecil dan disambut dengan gembira oleh komunitas setempat. Pada mulanya, kedatangan si penggembala membuka kesempatan akan hidup yang baru di kampung itu. Tetapi sedikit demi sedikit, situasi menjadi semakin rumit, dengan berbagai kesalahpahaman dan ketidakramahan, ditambah sedikit rasa cemburu.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

NOÉ BÁRKÁJA (NOAH’S ARK)
Hungary | 2007 | Drama | 104 minutes | Hungarian with English subtitle
Director: Pál Sándor
Cast: Dezso Garas, Angéla Stefanovics, Ferenc Kállai, Mari Törocsik

A block of flats in Budapest – Noah’s Ark. An old man, Ede Stock (Dezso Garas) raising his grandchild all by himself. A friendship – of many decades – with Aurél Tálas (Ferenc Kállai) who hasn’t stepped out of the house for 15 years. And a TV show where the country’s best grandpa can win 5 million forints, Stock signs up, and the tenants of the house who have hated each other, prepare the old man for the show. Unnoticed, human relations develop. Unnoticed – for the sake of the mutual goal – hatred ceases, and the house becomes a community. And Stock wins the 5 million. And Stock’s wish of many decades comes true. He rides away on a Harley Davidson into infinity, with his eternal friend, Aurél Tálas.

Seorang laki-laki tua, Ede Stock (Dezso Garas) membesarkan sendiri cucunya. Sebuah pertemanan – dari sekian lamanya – dengan Aurél Tálas (Ferenc Kállai) yang tidak pernah meninggalkan rumah tersebut selama 15 tahun. Ada sebuah acara TV di mana ”Kakek terbaik dapat memenangkan 5 juta forints”, Stock mendaftarkan diri, dan para penyewa rumah yang saling membenci, mempersiapkan orang tua itu untuk pertunjukan tersebut. Tanpa disadari, hubungan keduanya tercipta. Tanpa disadari – demi tujuan bersama– berhentilah kebencian, dan rumah itu menjadi sebuah komunitas.Stock memenangi 5 juta tersebut.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

WELCOME
France | 2008 | Drama | 115 minutes | French with English subtitle
Director: Philippe Lioret
Cast: Vincent Lindon, Firat Ayverdi, Audrey Dana

Bilal, a 17-year-old Kurdish youth, has traveled through the Middle East and Europe to join his girlfriend, who has recently emigrated to England with her family. But his journey comes to an abrupt end when he is stopped on the French side of the Channel. Having decided to swim across, Bilal goes to the local swimming pool to train. There he meets Simon, a swimming instructor in the midst of a divorce. To impress his wife and win back her heart, Simon decides to risk everything by taking Bilal under his wing.

Bilal, seorang pemuda Kurdi berusia 17 tahun telah menempuh perjalanan lewat Timur Tengah dan Eropa untuk menyusul kekasihnya. Tetapi perjalanan Bilal berakhir ketika ia berada di tepi Kanal yang menghubungkan Perancis dengan Inggris. Memutuskan untuk menyeberang Kanal dengan berenang, Bilal pergi ke kolam renang setempat untuk berlatih. Di sana ia bertemu Simon, seorang pelatih renang yang berada di tengah proses perceraian. Untuk memberi kesan yang baik dan untuk membuatnya istrinya kembali, Simon memutuskan untuk mengambil risiko apa pun demi melindungi Bilal.

•••

« Previous Article Next Article »

COMMENT

  1. Kalau kita perhatikan film-film orang luar (barat) memang lebih detail dari segi skenario dan alur cerita. Selain dari SDM mungkin juga karena teknology digital mereka yang memang sangat terkini kali ya..

Add Your Comments

© DGI-Indonesia.com | Powered by Wordpress | DGI Logo, DGI's Elements & IGDA Logo by Henricus Kusbiantoro | Web's Framing by Danu Widhyatmoko | Developed by Bloggingly