Di awal tahun 2000an, melalui surat elektronik, saya sering ngobrol tripartrite (tiga pihak) bersama Priyanto Sunarto yang berdomisili di Bandung dan Henricus Kusbiantoro di NYC. Sayang, semua surat itu lenyap bersamaan dengan crash-nya komputer saya, sehingga tidak banyak yang bisa saya ingat kembali. Satu-satunya yang paling tidak bisa dilupakan, pembicaraan kami itu sering bermuara pada belum eksisnya sejarah desain grafis Indonesia, kondisi yang acap kali menyita keprihatinan kami.
24 September 2003
Bertolak dari obrolan itu, pada tahun 2003 saya membuat milis dengan konteks sejarah agar anggota-anggotanya bisa berbagi cerita mengenai apa saja yang mereka ingat berdasarkan pengalaman mereka selama ini untuk nantinya dirangkai menjadi sejarah desain grafis Indonesia. Milis itu saya beri nama milis SDGI (Sejarah Desain Grafis di Indonesia) – kata di saya garis bawahi – berdasarkan pemikiran bahwa sejarah kita itu dimulai dari ketika Indonesia masih di bawah pemerintahan kolonial Belanda, dimana bidang desain grafis masih belum ditangani oleh orang Indonesia sendiri. Milis SDGI menjadi milis tertutup, khusus bagi pemerhati sejarah. Milis ini adalah embrio dari situs DGI.
13 Maret 2007
Ketika pada Maret 2007 saya memutuskan untuk meluncurkan situs DGI dibenak saya hanya ada keinginan untuk menerbitkan clipping saya satu persatu melalui dunia virtual agar angkatan muda kita memperoleh gambaran mengenai desain grafis Indonesia era tahun 1970-1990an. Clipping ini juga pernah dipergunakan oleh Lucia Dambies untuk menulis thesisnya “In Search of a Style” ketika mengambil tingkat master di bidang Communication Design di Pratt Insititute School of Art and Design pada December 2003. Karya thesisnya ini kemudian menjadi acuan pertama mengenai sejarah yang bisa diakses di situs DGI.
Dengan memanfaatkan teknologi virtual ini saya juga ingin memberikan gambaran kepada dunia, peran desain grafis Indonesia dan perjalanannya sebagai bagian integral dari sejarah desain grafis internasional, sebagai perwujudan dari upaya yang lebih ambisius, yaitu meletakkan desain grafis Indonesia pada peta desain grafis dunia. Strateginya adalah dengan juga menyertakan tulisan-tulisan mengenai sejarah desain grafis dunia di DGI, upaya kecil yang ternyata berhasil memancing ratusan hits dari luar Indonesia ke DGI setiap harinya.
Dalam perjalanannya situs DGI mendapat banyak simpati dari teman-teman desainer – yang tinggal di dalam dan luar negeri – yang kemudian membantu saya mengembangkan situs DGI. Henricus Kusbiantoro, Senior Graphic Designer di Landor pusat di San Francisco membantu saya dengan mengembangkan identity system DGI selain bersama Arief Adityawan, Ayip, Ismiaji Cahyono dan Sumbo Tinarbuko mengisi situs DGI dengan tulisan-tulisannya, dan Hastjarjo B Wibowo yang berinisiatif untuk mengadakan acara-acara workshop DGI serta Bambang Widodo, desainer dan typographer kita yang tinggal dan berkarir di New Jersey yang setiap hari membantu saya mengelola forum DGI di Facebook, perpanjangan tangan situs DGI yang menjadi tempat berdiskusi secara online (Bambang Widodo menemukan DGI pertama kalinya setahun lebih yang lalu ketika sedang melakukan aktivitas browsing di kantornya yang kemudian mendatangkan kebahagiaan baginya karena tiba-tiba menjadi terhubung kembali dengan Indonesia, khususnya dengan dunia desain grafisnya).
Di situs DGI saat ini terdapat beberapa pengelompokan data yang terdiri atas kelompok data visual yang disebut “Gallery” dan kelompok data verbal yang terbagi atas “History”, “Academic Writing”, “Journal” dan “Profile”. Data visual sedang dialihkan penempatannya ke situs Indonesia Museum of Graphic Design yang ditempatkan sesuai time-line.
Sedikit demi sedikit situs DGI menarik perhatian bukan saja dari pengelola situs-situs lokal tapi juga dari situs di luar Indonesia yang memasang link ke DGI di situsnya. Jumlahnya mencapai puluhan. Perpaduan content – nasional dan internasional – ini menghasilkan jumlah kunjungan yang trend-nya meningkat terus, yang hingga hari ini berkisar pada angka 2500-3000 hits/hari. Sampai pada titik ini fungsi awal situs DGI sebagai database (pangkalan data) bertambah dengan fungsinya sebagai media yang disebabkan karena banyaknya titipan berita dan acara (news & events) yang didistribusikan melalui situs ini, selain juga fungsinya sebagai pusat informasi, ‘sekolah’ atau tempat belajar bagi calon desainer dan desainer.
Pada tanggal 2 Desember 2007 untuk pertamakalinya DGI memiliki logo. Seluruh identitas DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro.

Situs DGI juga berkali-kali berubah wajah menjadi fasilitator berbagai acara, antara lain:
11 Februari 2008
DGI memfasilitasi Irwan Ahmett, seniman dan desainer, mengadakan polling mengenai “Siapakah Desainer Termiskin di Indonesia”. Acara ini menghasilkan 41 suara yang memberikan tanggapan.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
16 Maret 2008
DGI memfasilitasi Forum Desain Grafis Indonesia (FDGI) untuk menyelenggarakan diskusi online mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Acara ini menghasilkan 34 komentar yang kemudian dibukukan. Bukunya sendiri baru saja terbit.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
20 April 2008
DGI memberi kesempatan seorang mahasiswa desain grafis Indonesia, Irvandy Syafruddin, yang sedang melanjutkan studinya di Communication Design BURG GIEBICHENSTEIN University of Art and Design di Jerman untuk sharing mengenai workshop tipografinya yang bertujuan untuk melatih komposisi tata letak dan fungsi huruf. Jumlah komentar yang masuk 15 buah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
10 Mei 2008
Riama Maslan dan Naomi Haswanto, keduanya adalah staf pengajar di DKV ITB sharing mengenai hasil riset serta contoh aplikasi desain poster dari kekayaan jalanan kota Bandung yang telah dipresentasikan pada 3rd International Conference on Typography and Visual Communication di Thessaloniki, Yunani pada tahun 2007 atas undangan Macedonia University. Tulisan mereka ini diterbitkan di DGI di bawah judul “Tipografi Vernakular karya Mahasiswa Deskomvis ITB di Konferensi Tipografi Internasional – Yunani”. Komentar yang masuk 27 buah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
20 Mei 2008
Dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional DGI menyelenggarakan peluncuran buku Ayip “I See Indonesia” secara online. Ayip adalah creative director Matamera Communications, sebuah agency yang berbasis di Bali. Komentar yang masuk sejauh ini tercatat 59 komentar.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
18 Juli 2008
Wedha, illustrator, menggambarkan proses ilustrasinya yang terkenal dengan nama Foto Marak Berkotak (FMB) yang disambut antusias penggemarnya sehingga menghasilkan 88 komentar, terbanyak sepanjang sejarah DGI, dan masih memperlihatkan tendensi akan terus bertambah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
27-28 Agustus 2008
Bekerjasama dengan Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI), DGI mengadakan DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum” di Desa Kreatif Chandari, dengan instruktur Ray Bachtiar Drajat dan tim KLJI. Hasil workshop dipamerkan di DGI pada DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum” – Laporan Seusai Acara.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
22 Oktober 2008
Untuk pertama kalinya DGI mengadakan pameran online “Pameran Virtual – Retrospektif Wedha”, mengiringi diselenggarakannya pameran karya-karya mutakhir Wedha “Wedha’s Pop Art Portrait” di Bentara Budaya, Jakarta, 28 Oktober-4 November 2008. Karya-karya yang dipamerkan secara virtual ini meliputi karya-karya retro Wedha yang diciptakannya selama rentang waktu 30 tahun terakhir.
Dan banyak tulisan-tulisan menarik lainnya di DGI yang sifatnya adalah berbagi (sharing). Ketika ada beberapa orang yang tinggal di Jakarta ataupun di luar Jakarta yang merasa menyesal tidak bisa hadir pada upacara pengukuhan Yongky Safanayong sebagai guru besar DKV Universitas Pelita Harapan (UPH), mereka merasa senang sekali ketika pada hari yang sama – beberapa jam kemudian – sudah bisa menjumpai dan membaca pidato pengukuhannya di DGI. Atau makalah-makalah Sumbo Tinarbuko yang sudah bisa dinikmati publik DGI bahkan dalam waktu beberapa hari sebelum makalah tersebut disampaikannya pada seminar yang bersangkutan!
Banyak sekali cerita-cerita kecil yang menarik yang terjadi dalam perjalanan situs DGI sampai hari ini yang kalau ditulis di sini mungkin akan memakan waktu yang panjang sekali tetapi pada umumnya menggambarkan antusiasme, simpati dan dukungan dari teman-teman dari berbagai kalangan: akademisi dan praktisi desain grafis, seniman, kalangan industri kreatif, asosiasi dan forum profesi desain grafis.
Saya sudahi tulisan ini dengan penutup bahwa situs DGI ini merupakan embrio dari akan berdirinya Museum DGI (MDGI) di Desa Kreatif Chandari. Dari pengumpulan data mengenai desain grafis Indonesia sejak jaman dahulu hingga kini, maka terasalah pentingnya keberadaan sebuah lembaga yang mampu mengelola artefak desain grafis dari masa ke masa secara baik dalam bentuk museum desain grafis Indonesia. Chandari berlokasi di daerah Ciganjur berdekatan dengan Persari dan Salihara Art Center. Diharapkan daerah ini akan menjadi bagian dari wilayah ‘pariwisata kreatif’ sebagai perluasan dari daerah Kemang yang dipenuhi oleh berbagai kegiatan perekonomian kreatif. Ini sejalan dengan Rencana Umum Tata Ruang di kawasan ini yang menjadikan Ciganjur sebagai daerah serapan air tanah yang asri dan hijau.
MDGI diharapkan akan berdiri di dalam kawasan Desa Kreatif Chandari setidaknya pada tahun 2010/2011. Hal ini akan melengkapi sebuah zona budaya kreatif yang terpadu, antara seni, desain, kriya (craft), bersama kehidupan masyarakat sekitarnya. Diharapkan Desa Kreatif Chandari akan menjadi variabel yang mendinamisir pengembangan budaya dan perekonomian kreatif yang akan berimbas pula pada pengembangan komunitas di sekitar kawasan hijau Desa Kreatif Chandari. Untuk itulah kepada siapapun yang peduli pada kemajuan bidang profesi dan bidang keilmuan Desain Grafis di Indonesia diharap mempersiapkan diri untuk bergandeng tangan dan bergotong royong mewujudkan museum milik kita bersama – Museum Desain Grafis Indonesia.
Logo MDGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro.
Sekian dan terima kasih.
Hanny Kadinata
16 Desember 2008
Ditulis untuk acara dengar pendapat “Catatan Perjalanan Desain Komunikasi Visual Indonesia” dalam rangka pengembangan IVCV (Indonesian Visual Communication Visual Database) di Kampus Syahdan DKV Binus University, Sabtu 6 Desember 2008, jam 11.00-14.00 wib
Catatan: Apabila dikehendakiNya – berkat kebaikan hati seorang sahabat – DGI akan memiliki kantor sekretariat yang akan dipergunakan antara lain untuk mengumpulkan karya para desainer grafis Indonesia yang pada saatnya nanti akan menjadi koleksi MDGI. Di samping itu, DGI juga akan menyelenggarakan IGDA (Indonesian Graphic Design Award) pertama pada tahun 2009.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
UPDATE CATATAN PERJALANAN SITUS DGI (DESAIN GRAFIS INDONESIA):
7-10 Agustus 2009
Dari tanggal 7-10 Agustus 2008, MDGI (Museum Desain Grafis Indonesia) mengikuti Pameran Ekonomi Kreatif – Indonesia Bisa! di Senayan City, Jakarta.
Selain berpameran MDGI juga mengadakan dua acara: pertama talkshow bertema “Desain Grafis dalam Ekonomi Kreatif Indonesia”. Kedua, diskusi dengan judul “Ngobrol dengan Desainer Grafis – Wedha’s Pop Art Portrait”.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Brosur Pameran MDGI di Pameran Ekonomi Kreatif “Indonesia Bisa!” (sisi dalam-dalam keadaan terbuka)
Brosur Pameran MDGI di Pameran Ekonomi Kreatif “Indonesia Bisa!” (sisi dalam-lipatan pertama)
Brosur Pameran MDGI di Pameran Ekonomi Kreatif “Indonesia Bisa!” (sisi dalam-lipatan kedua)
Brosur Pameran MDGI di Pameran Ekonomi Kreatif “Indonesia Bisa!” (sisi dalam-lipatan ketiga)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
20 Desember 2008
Pertemuan pertama MDGI (Museum Desain Grafis Indonesia)
Arifien Neif (pemilik Chandari), Hastjarjo B Wibowo dan saya bertemu untuk pertama kalinya dengan Gunawan Tjahjono (arsitek senior) di rumah Gunawan Tjahjono di Depok, untuk menyerahkan tugas perancangan desain arsitektur Museum DGI di Chandari kepada Gunawan Tjahjono.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
22 Januari 2009
DGI menyelenggarakan pameran online karya-karya Rotua Magdalena Pardede Agung (desainer grafis dan seniman) serentak dengan pameran tunggalnya yang dibuka pada hari Kamis 22 Januari 2009 di Hotel Four Seasons, Jakarta berjudul “Unforgotten Paradise”.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
31 Januari 2009
DGI menampilkan karya desain karakter seorang desainer dan ilustrator otodidak, Sukriyadi. Sampai saat catatan ini dibuat, Funimal – Sebuah Perjalanan Karakter Indonesia jumlah kunjungan mencapai 42 buah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
29, 30 dan 31 Januari 2009
Soft launching IGDA (Indonesian Graphic Design Award) – yang rencananya akan diselenggarakan oleh DGI pada tahun 2009 – pada acara diskusi majalah Versus HIT (Hot Ice Tea) #5: “Idealisme dan Realita dalam Pendidikan DKV di Indonesia” berturut-turut di Aksara-Kemang, Gedung Surya Palacejaya dan Newseum. Presentasi IGDA dirancang oleh Henricus Kusbiantoro dari tempat tinggalnya di San Francisco.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
9 Januari 2009
IGDA 2009 – 1st Initial Meeting
Pertemuan IGDA pertama diadakan di Times Cafe, Lippo Karawaci pada tanggal 9 Januari 2009 dihadiri oleh Caroline F Sunarko, Ismiaji Cahyono dan Hanny Kardinata.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
19 Januari 2009
IGDA 2009 – 2nd Initial Meeting
Pertemuan IGDA kedua diadakan di kantor majalah Versus tanggal 19 Januari 2009 dihadiri oleh Ismiaji Cahyono, Berti Alia, Caroline F Sunarko dan Hanny Kardinata.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
13 Februari 2009
IGDA 2009 – 3nd Initial Meeting
Pertemuan kedua IGDA pada tanggal 13 Februari 2009 meminjam ruang rapat majalah Versus di jalan Muwardi 1/10, Jakarta dihadiri oleh 13 orang: Hanny Kardinata, Ismiaji Cahyono, Caroline F. Sunarko, Hastjarjo Wibowo, Tulus Pasaribu (SPJ), Vina Waty (SPJ), Sari Wulandari, Vera Rosana, Nissaa PB, Ellen Sudjatmiko, Arif PSA, Tunjung Riyadi dan Eka Sofyan Rizal.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1 Februari 2009
IGDA 2009 – 4th Initial Meeting
Pertemuan ini merupakan pertemuan antara tim promosi/public relation dengan tim acara IGDA. Diadakan di Warung Pojok Restaurant di Grand Indonesia pada tanggal 21 Februari 2009, pertemuan dihadiri oleh 12 orang: Caroline F. Sunarko, Ray Bachtiar, Hagung K, Sari Wulandari, Nisaa PB, Resita Kuntjoro-Jakti, Ellen Sudjatmiko, Vera Rosana, Leonard, Surianto Rustan, Nico Pranoto dan Adityayoga.
Location: Warung Pojok Restaurant, Grand Indonesia
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
24 Februari 2009
Pertemuan kelima IGDA
IGDA 2009 – DGI and ADGI Gathering Night
Atas prakarsa Hermawan Tanzil, pada tanggal 24 Februari 2009 diadakan acara pertemuan antara DGI (Desain Grafis Indonesia) dan ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) di TeSate, Plaza Senayan, Jakarta, membicarakan kerjasama DGI dan ADGI dalam rangka IGDA (Indonesian Graphic Design Award) dan MDGI (Museum DGI). Dari DGI hadir Ismiaji Cahyono, Hastjarjo B Wibowo, Arief Adityawan S, Caroline F Sunarko dan Hanny Kardinata. Dan pengurus ADGI yang hadir adalah Danton Sihombing, Nico A Pranoto dan Divina Natalia.
Location: TeSate Restautant, Plaza Senayan, 4th floor
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1 Maret 2009
Pertemuan keenam panitia IGDA di kantor majalah Versus, jalan Muwardi 1/10, Jakarta dihadiri oleh Caroline F Sunarko, Ismiaji Cahyono, Ray Bachtiar, Surianto Rustan, Resita Kuntjoro-Jakti, dan Tunjung Riyadi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
6 Maret 2009
Pertemuan ketujuh panitia IGDA di DKV Binus University, Kampus Syahdan, Jakarta yang dihadiri oleh beberapa koordinator bidang: Caroline F Sunarko, Eka Sofyan Rizal, Surianto Rustan, Vera Rosana, Sari Wulandari, Tunjung Riyadi dan Nisaa PB.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
9 Maret 2009
Pertemuan keempat MDGI (Museum Desain Grafis Indonesia)
Setelah tiga kali pertemuan, pada hari ini di Chandari, Jalan Manggis 60, Ciganjur, Jakarta, berlangsung pertemuan ke-4 dengan arsitek Gunawan Tjahjono. Pertemuan dihadiri oleh Arifien Neif, Hastjarjo B Wibowo, Arief Adityawan S dan Hanny Kardinata. Pada pertemuan ini Gunawan Tjahjono mempresentasikan konsep awalnya mengenai Chandari sebagai ruang publik secara keseluruhan (termasuk konsep perancangan Chandari sebagai eco village) dan Museum DGI.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
24 Maret 2009
Pertemuan kedelapan tim IGDA berlangsung pada tanggal 24 Maret 2009 di Gedung SPJ yang dihadiri oleh Hanny Kardinata, Caroline F Sunarko, Surianto Rustan, Ismiaji Cahyono, Nisaa PB, Resita KJ, Tulus Pasaribu (SPJ), Eka Sofyan Rizal dan Ellen Sudjatmiko.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
7 April 2009
Diskusi terbatas “Artefak Grafis dan Museology” digagas oleh DKV Untar berlangsung di ruang pertemuan Kampus FSRD Universitas Tarumanegara, menampilkan pembicara tunggal Santy Saptari (lulusan bidang museology Belanda). Para peserta diskusi adalah Hauw Ming (Kartini Collection, ASPI/Asosiasi Pencinta Seni), Trihadi Wahyudi (Kaprodi DKV Untar), Toto M. Mukmin (Sekprodi DKV Untar), Noeratri (Dosen Desain Interior Untar), Ismiaji Cahyono (Dosen DKV Binus dan UPH, dan UI yang membantu di pusat database DKV Binus, aktivis FDGI, dan chief editor Versus), Caroline F Sunarko (Dosen DKV Untar dan UPH, aktivis FDGI, Business Director Versus), Berti Alia (Dosen DKV Untar dan UPH, aktivis FDGI, senior writer Versus) dan Hanny Kardinata.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
14 April 2009
Pertemuan kesembilan tim IGDA berlangsung pada tanggal 14 April 2009 di Warung Kita, Plaza Senayan, Jakarta, dihadiri oleh Ismiaji Cahyono, Citra, Elwin Mok, Albert Tejasukmana, Caroline F Sunarko, Nisaa Pb, Ray Bachtiar, Arief PSA, Eka Sofyan Rizal, Nico A Pranoto dan Tunjung Riyadi.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
6 Mei 2009
Pertemuan ke-10 tim IGDA dihadiri oleh Hastjarjo B Wibowo, Ismiaji Cahyono, Caroline F Sunarko, Ray Bachtiar, Surianto Rustan dan Hanny Kardinata di Bakoel Koffie, Jalan Senopati 92, Jakarta. Pertemuan ini antara lain telah menetapkan Konsep Dasar IGDA.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
7 Juni 2009-Pertemuan ke-10 IGDA
Rapat besar IGDA di Chandari hari Minggu 7 Juni 2009 berlangsung padat dan meriah, padat dengan kehadiran Sari ‘Iwul’ Wulandari, Eka Sofyan Rizal, Ray Bachtiar, Albert Tejasukmana, Arif PSA, Hastjarjo B Wibowo, Tunjung Riyadi, Caroline F Sunarko, Resita Kuntjoro-Jakti, Nisaa PB, Bima Shaw, Surianto Rustan, Ismiaji Cahyono, Garth/Metalab, Hanny Kardinata dan tamu IGDA: Hermawan Tanzil beserta keluarga, dan meriah karena dibuka dengan acara makan bersama (potluck)… it’s really like a family gathering :-)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
9 Juni 2009
Pertemuan terbatas tim IGDA di Warung Kita, Plaza Senayan, Jakarta, membahas acara press conference dan konsep acara puncak IGDA (malam penganugerahan award).
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
KONSEP DASAR IGDA (Indonesian Graphic Design Award):
VISI:
IGDA (Indonesian Graphic Design Award) adalah wujud penghargaan bermartabat bagi desainer grafis Indonesia atas pencapaian kualitas karyanya – yang dipikulnya dengan penuh tanggung jawab – dan dinyatakan kepada publik secara nasional dan internasional, sebagai media memposisikan desain grafis Indonesia di peta desain grafis dunia yang diharapkan tercapai selambat-lambatnya pada tahun 2015.
MISI:
1. Membentuk komite IGDA – sebagai bagian dari organisasi non-profit DGI (Desain Grafis Indonesia) – yang independen, netral, kokoh, kompeten, penuh pengabdian, membanggakan dan bisa dipertanggungjawabkan.
2. Menyelenggarakan ajang penghargaan bermartabat berskala nasional bagi insan desain grafis Indonesia setiap tahun agar menjadi tolak ukur (benchmark) bagi kualitas desain grafis Indonesia pada tahun tersebut, melalui rencana yang terprogram secara berkesinambungan.
3. Mengapresiasi secara khusus karya desain yang menghidupkan kembali atau yang melakukan inovasi terhadap inti-inti kebudayaan lokal.
COMPONENT OF A MISSION STATEMENT:
1. Customer: Berorientasi pada kepentingan insan desain grafis Indonesia sebagai ‘customer’.
2. Product/service: Produk utamanya adalah ajang penghargaan IGDA, dan produk pendukungnya: pameran dan seminar (pra-event), dan post-event catalogue IGDA, yang dikemas dengan mengutamakan transformasi desain lokal secara inovatif.
3. Market: IGDA harus dapat direspon oleh pasar atau ‘marketable’. IGDA bisa diterima bila memenuhi kebutuhan customer-nya – insan desain grafis Indonesia – akan ajang penghargaan yang bermartabat dan terpercaya (produk utama) mau pun melalui acara-acara (pameran, seminar) dan post-event catalogue yang berkualitas dan inovatif (produk pendukung).
4. Technology: Menggunakan teknologi tepat guna yang berfungsi mendukung seluruh kegiatan organisasi agar menghasilkan output yang maksimal.
5. Sustainability: Menjalankan organisasi secara berkesinambungan agar mampu bertahan terus-menerus (langgeng) dan berkembang.
6. Philosophy: Membawa manfaat bagi customer (insan desain grafis Indonesia), manajemen (komite), dan para stakeholder (bangsa Indonesia).
7. Self Concept: Bahwa terdapat pola konsep pemikiran yang mandiri sehingga terlaksana ruang aktivitas yang baik melalui rencana-rencana yang terprogram – baik jangka pendek maupun jangka panjang – untuk menjalankan misi IGDA.
8. Public Image: Organisasi mampu membangun citra yang baik di mata masyarakat sehingga kegiatan-kegiatan yang dijalankan mendapat dukungan dari masyarakat.
9. Volunteers: Organisasi mampu melakukan pemberdayaan terhadap mereka yang bekerja di dalam organisasi, serta dalam jangka panjang meningkatkan kesejahteraan mereka.
BRAND POSITIONING:
Kerinduan kembali akan transformasi warisan lokal yang Indonesia miliki menjadi momentum IGDA. Semangat untuk memberi kehidupan kembali kepada desain lokal, mencari adaptasi, sinergi yang organik antara pengaruh luar dan warisan lokal; meneruskan tongkat estafet desain lokal pada generasi selanjutnya terasa lekat pada simbolisasi ilmu padi.
Apakah yang unik dan berharga dari Ilmu Padi? Ilmu Padi sering disalahartikan dan disimpulkan dangkal dengan sebatas sikap kerendahan hati. Kita telah melupakan bahwa padi juga berproses: ditanam (Sumber IDE), bertumbuh makin merunduk (PROSES DESAIN) untuk satu tujuan menghasilkan padi unggul yang siap dipanen (OUTPUT KARYA) dan dinikmati luas bagi komunitas lokal (BERKAT dan TANGGUNG JAWAB) menjadi santapan yang tak tergantikan!
Pada umumnya ajang penghargaan desain di dunia internasional sekedar fokus melayani kebutuhan, output trend industri dan komoditi. IGDA, lebih dari sekedar ajang penghargaan dan kompetisi pada umumnya, sesungguhnya menjadi cermin para petani desain untuk berintrospeksi kembali membumi, memberi kehidupan kembali kepada desain lokal! Karena terbukti, yang mampu bertahan dalam serbuan pasar global adalah petani desain yang mampu menghidupkan kembali inti-inti kebudayaan lama sebagai basis desain lokal untuk bersaing dan memiliki karakter di dunia internasional.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
16 Mei 2009
Pertemuan ke-5 MDGI dengan arsitek Gunawan Tjahjono berlangsung di Chandari dihadiri oleh Arifien Neif, Hastjarjo B Wibowo, Arief Adityawan, Mulyono dan Hanny Kardinata. Pada pertemuan ini Gunawan Tjahjono mempresentasikan rencana awal desain arsitektur Chandari dengan filosofi ‘memancar’ (memancarkan kreativitas) dan ‘journey’ (suatu perjalanan, seperti halnya Candi Borubudur).”
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4 Juli 2009
Press Conference IGDA 2009: “Menanam Ide, Ciptakan Karya, Tuai Prestasi”
Pada Sabtu, 4 Juli 2009, telah berlangsung acara Press Conference IGDA 2009 di Galeri Jurnalistik Antara, Jakarta yang sekaligus menandai dimulainya IGDA 2009.
Dari Acara Press Conference IGDA 2009: “Menanam Ide, Ciptakan Karya, Tuai Prestasi”
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Pada ajang pameran grafika terbesar di Indonesia, FGDexpo 2009 (30 Juli-2 Agustus 2009), DGI antara lain menampilkan “Garis Waktu Desain Grafis Indonesia”.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Pertengahan Agustus 2009, Riama Maslan sebagai tim survey MDGI mengunjungi Museum Desain Grafis Breda, Netherlands. Pada foto tampak Riama di salah satu fasilitas museum (Knowledge Lab) dimana brosur MDGI dititipkan.
Salah satu dari 3 ruang pamer “100 Tahun Desain Grafis Belanda”. Di dinding ada ribuan karya desainer grafis Belanda (kira-kira 10×10 cm), di lantai dan langit-langit ada tahun dan nama desainer.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
20.08.09
Pada tanggal 20 Agustus 2009, DGI memamerkan karya tugas akhir Eva Winata: “Kokoro: Selected Tanka from Kanashiki Gangu – Visual Interpretation of Ishikawa Takuboku’s Poetry
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
17.09.09
Harian “The Jakarta Post” edisi hari Kamis, 17 September 2009 memuat sebuah artikel mengenai DGI, MDGI dan IGDA. Artikel selengkapnya > Browsing Virtual Galleries.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
17.09.09
Situs IGDA (Indonesian Graphic Design Award) diluncurkan di http://www.igda.web.id/.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
21.09.09
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
13.03.10
Peluncuran situs DGI baru
Hari ulang tahun ke-3 DGI, sekaligus peluncuran DGI versi 2.0: DGI-Indonesia.com. HUT ke-3 DGI ini dirayakan pada tanggal 13 Maret 2010 dengan hadirnya sejumlah tulisan oleh desainer-desainer grafis Indonesia) dari dalam dan luar negeri:
Kata Pengantar oleh Hanny Kardinata
Sambutan oleh Priyanto Sunarto
Desain Grafis Sebagai Mindset oleh M Arief Budiman
Desain itu Seni Terapan oleh Eka Sofyan Rizal
Rumah bagi Desain Grafis oleh Karna Mustaqim
Graphic Design in Indonesia oleh John Kudos
Mandi Grafis bersama DGI oleh Henricus Kusbiantoro
Sepuluh Tantangan dari Irwan Ahmett untuk Desainer Grafis di Indonesia oleh Irwan Ahmett
Desainer Grafis Indonesia Demi Masa oleh Ayip
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
31.03.10
Situs DGI diulas di situs internasional “Brand New/Underconsideration”
Jurnalis dan Chairman Situs Desain Internasional “Brand New / Underconsideration” Armin Vit mengulas kehadiran DGI di kancah dunia desain grafis internasional! Situs “Brand New/Underconsideration” adalah situs yang mengulas kehadiran desain-desain merek atau identitas terbaru dari seluruh penjuru dunia. Brand New didirikan oleh mantan desainer grafis Pentagram New York, Armin Vit sejak Oktober 2006. Situs Brand New, melalui jajak pendapat terakhir di AS, diganjar sebagai situs terpopuler dan sangat dinamis dan sanggup menarik merek-merek atau identitas baik komersil maupun pro bono dari berbagai belahan dunia untuk mengirimkan karya-karyanya untuk dikupas, diberi komentar hingga kritik yang tajam dari seluruh pengunjung situs!
Selengkapnya:
Apa kata Dunia Desain Grafis Internasional tentang DGI?
A Ligature for Graphic Design in Indonesia
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
08.04.10
DGI versi 2.0 mulai memfasilitasi pameran online
DGI Online Exhibition #01: Ismiaji & Citra
•••






















































The Origins of Graphic Design in America, 1870-1920
www.underconsideration.com

Hanya bisa ngucapin terimakasih saja pak Hanny, karena sudah mau berbagi ilmu/infonya disini.
Sukses terus Desain Grafis Indonesia …
terima kasih kembali sukriyadi :-) salam dari jakarta.
Passion Pak Hanny yang sangat saya kagumi dan saya kira kita semua sependapat jika hal ini patut diteladani oleh kita semua, terutama untuk membangun profesi desain grafis yang profesional dan bermartabat. Selamat buat Pak Hanny dan situs DGI.
terima kasih yip :-) bantuan ayip dkk. sajalah yang memungkinkan DGI tetap eksis.
Message dari Inggita Notosusanto (GE, Corporate):
wah mas hanny luar biasa…. sejarahnya DGI…
terima kasih inggit :-)
catatan: inggita notosusanto adalah sosok di balik peluncuran forum DGI di facebook.
Congrats pak Hanny, memang “passion” dan semangatnya di dunia grafis Indonesia sangat patut diteladani.
terima kasih cha, terima kasih atas bantuan yang sangat berarti selama ini :-)
Message dari Henricus Kusbiantoro:
LUAR BIASA HAN! INI SEJARAH BAGI KITA SEMUA!
terima kasih hen :-) terutama atas kebersamaan selama bertahun-tahun.
Terima kasih, mas Hanny luar biasa….. ini jadi inspirasi buat perkembangan desain di Indonesia.
terima kasih papadefung :-) atas dukungannya.
Sukses njih pak, Pak Hanny adalah Guru sekaligus teman yang bersahaja dan penuh perhatian kepada saya dan keluarga ditengah kesibukannya. Semoga YME selalu memberikan perlindungan dan kesehatan. Amiin.
terima kasih mul atas doanya dan terima kasih juga atas bantuannya (yang selalu tanpa pamrih) :-)
Terima kasih Pak Hanny atas sharing ilmunya selama ini, dan sukses selalu untuk DGI.
Terus berkarya dan maju terus Desain Grafis Indonesia.
terima kasih kembali stefanus. sukses ya dengan situs photoshoparea-nya.
semoga website ini dan rencana Museum Desain Grafis Indonesia, menjadi obor yang terus menyala, agar semangat menjadikan desain grafis indonesia jaya tak pernah berhenti…
senangnya,menemukan situs ini,semoga membawa banyak manfaat.sukses DGI
terima kasih sita, atas doanya. juga kepada a-bun.
Pak Hanny, luar biasa… Bapak selalu up date dan selalu berbagi ilmu… terimakasih ya Pak, semoga ini semua menjadi inspirasi buat kita semua…untuk berbagi ilmu pengetahuan dimana saja dan kapan saja :)
terima kasih juga magda, terutama atas kesediaannya berpameran secara online yang bermanfaat bagi kita semua.
ada gak cara belajar grafis dari net?????? cara nya?
Nice style
Saya bukan disainer tapi bisa masuk kepanitiaan IGDA bahkan boleh menyumbangkan sedikit pendapat, Ini merupakan anugrah dan ciri keterbukaan DGI. Dan yang paling saya hargai adalah keinginan kuat DGI untuk kembali membumi pada disain aseli Indonesia…. itu tindakan yang luarbiasa demi masa depan dunia grafis Indonesia…!!!
Terimakasih banyak Pak Hanny…
kehadiran ray di dalam tim kepanitiaan IGDA sangat berpengaruh dalam menentukan warna IGDA, yang justru merupakan anugerah bagi tim ini. ray yang selalu rendah hati dan membumi menjadi wakil hidup bagi konsep IGDA mengenai citra seorang juara.
saya bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran ray …
[...] Sign ini juga didukung oleh institusi dan organisasi terkait dari komunitas desain grafis seperti: DGI (Desain Grafis Indonesia, sebuah forum desain grafis online), FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia, [...]
Salam kenal saya aji…..saya suka sekali nama gambar2 art atau desain grafis….saya ingin sekali bergabung pada komunitas kalian bagaimana caranya y???
kita saling berbagi ilmu atau saling berbagi pengalaman dalam komunitas ini…terima kasih sebelumnya
Halo Aji, silakan bergabung di milis Komunitas Desain Grafis Indonesia, tapi milis ini baru saja diaktifkan, jadi belum banyak yang posting sesuatu di sini. Mudah-mudahan bermanfaat.
kapan yah DGI bisa bertandang ke medan buat berbagi ilmu lewat workshop ato pameran. Ditunggu loh
salam dari medan
_____{~_^}_____
terima kasih undangannya, mudah-mudahan terjadi suatu saat.
salam dari jakarta untuk desainer-desainer medan yang akhir-akhir ini menunjukkan aktivitas yang meningkat.
Yth Bpk/Ibu:
Kami saat ini sedang menyususun proposal untuk mengembangkan industri kreatif dalam mengembangkan motif sulaman Sumatera barat menggunakan sistem informasi dan juga akan melakukan kegiatan pelatihan desain kreatif. Bisa bantu kami mencarikan informasi tentang aplikasi sistem informasi untuk pengembangan motif sulamanan dan traineer untuk melatih membuat motif sulaman. Oyaa, ada ndak chapter Padang? Maaf banyak pertanyaan.
Trims
Vera
[...] Sumber: Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya [...]
ibu vera yang baik,
maaf atas keterlambatan respon ini, tapi kadang-kadang terjadi karena banyaknya email yang kami terima. sejauh ini kami belum pernah mendengar mengenai yang ibu cari, kalau ada pasti kami informasikan kepada ibu.
mengenai chapter padang belum ada karena kami baru hadir secara maya saja, bila ada kesempatan, perlahan-lahan kami akan menyiapkan kehadiran kami secara fisik.
terima kasih sudah bertanya dan salam kreatif,
han
[...] Mungkin ada baiknya menyimak sejarah situs DGI ini sendiri melalui catatan perjalanan singkatnya yang tertuang pada: “Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya”. [...]
[...] ini didirikan oleh Hanny Kardinata –pada 13 Maret 2007 dengan beralamat awal di http://desaingrafisindonesia.wordpress.com, lalu pada 13 Maret 2010 [...]
[...] kini juga telah memiliki dua media cetak: Concept (2004) dan Versus (2008), serta forum maya DGI (Desain Grafis Indonesia) pada alamat http://www.desaingrafisindonesia.co.cc (sekarang: DGI-Indonesia.com) yang diluncurkan pada [...]
[...] kini juga telah memiliki dua media cetak: Concept (2004) dan Versus (2008), serta forum maya DGI (Desain Grafis Indonesia) pada alamat http://www.desaingrafisindonesia.co.cc (sekarang: DGI-Indonesia.com) yang diluncurkan pada [...]