Grafis Anugerah DKV BINUS Samartharupa
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Anugerah DKV Binus Samartharupa
Berkembangnya desain grafis di Indonesia tentunya tidak lepas dari peranan para tokoh pendidikan khususnya di bidang desain grafis. Berkat kontribusi dan dedikasi mereka, desain grafis menjadi ilmu yang makin populer dan diminati oleh banyak orang. Di sisi lain, banyak juga pelaku industri terkait yang menaruh perhatian terhadap kemajuan perkembangan desain komunikasi visual Indonesia dengan caranya sendiri. Kenyataan inilah yang melatarbelakangi Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS UNIVERSITY untuk menyelenggarakan Malam Penganugerahan DKV BINUS Samartharupa. Selama ini, belum pernah ada penghargaan yang secara khusus mengapresiasi kontribusi dan dedikasi para tokoh pendidikan maupun pelaku desain grafis di Indonesia. Samartharupa adalah penghargaan pertama di Indonesia dalam bidang desain grafis atau komunikasi visual.
Samartharupa berasal dari bahasa Sansekerta, Samartha berarti pintar atau cakap, sedang rupa berarti visual. Dengan demikian Samartharupa memiliki pengertian yang sangat lekat dengan disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual, di mana para desainer grafis dituntut mampu menciptakan desain yang pintar/cerdas yang mampu mengkomunikasikan sesuatu tepat sesuai kebutuhan. Uniknya, DKV BINUS justru punya sebutan popular yaitu PIALA LEBAH, dengan alasan lebah memang sudah identik dengan BINUS University selama ini. Ini mengingatkan pada ajang penghargaan Film di Amerika yaitu Academy Award, dimana pialanya disebut Oscar.
Anugerah DKV BINUS Samartharupa merupakan puncak acara dari rangkaian acara Fresh n’ Brite ’08 “Spark The Spirit Within” yang juga diselenggarakan oleh DKV BINUS University. Acara ini berupa pameran karya tugas akhir terbaik (nilai grade ‘A’) dari lulusan DKV BINUS University yang dipertemukan dengan kalangan industri terkait sebagai pengguna. Acara yang berlangsung mulai tanggal 9-11 September 2008 ini dihadiri oleh mahasiswa/i BINUS University, industri, masyarakat umum, dan para undangan.
Malam Anugerah
Penganugerahan Samartharupa sendiri diselenggarakan di malam terakhir pameran Fresh n’ Brite, tanggal 11 September 2008. Bertempat di Foodism lantai 7, fX lifestyle X’nter dan dihadiri tamu undangan dari kalangan industri komunikasi visual dan pendidikan desain grafis itu sendiri.
Acara yang didahului dengan buka puasa bersama ini cukup berjalan lancar. Dibuka dengan video testimoni beberapa dosen senior DKV BINUS tentang arti sebuah penghargaan. Beberapa komentar menarik dari Noor Udin ”Ung” dan Julianto (dosen senior DKV BINUS) menggarisbawahi, bahwa penghargaan bisa jadi ungkapan jujur sebagai wujud terimakasih. Sedangkan menurut Hastjarjo B.W., penggiat industri kreatif Indonesia sekaligus dosen senior, mengatakan penghargaan merupakan satu bentuk pengakuan terhadap prestasi seseorang. Selain itu adanya penghargaan diharapkan bisa menjadi stimulus bagi berbagai pihak untuk berkarya lebih baik.
Selepas buka bersama yang sekaligus menjadi ”temu kangen” tokoh desain grafis senior seperti ketua ADGI Danton Sihombing, Iwan Ramelan, Eka Sofyan Rizal ketua FDGI dan beberapa desainer lainnya, acara berlanjut ke hiburan dan sambutan.
Yang menarik adalah saat pembacaan para penerima penghargaan. Dikemas cukup unik dengan menampilkan pasangan dosen senior DKV BINUS, yang tidak membacakan prestasi maupun profil para penerima, tapi justru menyebutkan hal-hal unik dari para penerima.
Para penerima
Ada empat tokoh yang mendapatkan Samartharupa, mereka adalah AD Pirous, Riswanto Ramelan, Yongky Safanayong, dan Hanny Kardinata. Pemilihan keempat orang tersebut sebagai penerima Anugerah DKV BINUS Samartharupa merujuk pada ketokohan yang memang sudah diakui secara umum di kalangan dunia desain grafis Indonesia. Lebih jauh tentang penghargaan ini, merupakan keinginan DKV BINUS untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pribadi yang telah mendedikasikan perjalanan karirnya demi kemajuan desain grafis/komunikasi visual di Indonesia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Profil singkat 4 penerima Anugerah DKV BINUS Samartharupa
• A.D. Pirous
Sang Perintis
Abdul Djalil Pirous, adalah salah seorang yang memberi andil besar bagi dimulainya pendidikan tinggi desain grafis di Indonesia. Sebab beliau menjadi salah satu saksi dan pelaku awal yang meletakkan dasar-dasar pendidikan tinggi desain grafis di Indonesia.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di ITB Bandung, A. D. Pirous sempat mengajar di Studio Seni Grafis di almamaternya. Pada tahun 1969, pria kelahiran Meulaboh, Aceh, 11 Maret 1932 ini berkesempatan belajar di Rochester Institute Of Technology, Amerika Serikat, untuk mempersiapkan pendirian sekolah desain grafis di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pada tahun 1973 Studio Grafis dipecah menjadi dua studio. Studio Seni Grafis diserahkan tanggung jawabnya pada Kaboel Soeadi. Studio Desain Grafis dipimpin oleh A.D. Pirous dengan dibantu T. Sutanto, Priyanto S. (desain grafis, ilustrasi).
Tahun 1984 hingga 1991 A.D. Pirous menjabat sebagai Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Sekitar 4 tahun kemudian (1994) ia dikukuhkan sebagai Guru Besar ITB. Umumnya orang mengenal Pirous sebagai pelukis kaligrafi, printmaker, budayawan dan pendidik. Pameran karya-karyanya sudah ratusan kali, baik skala nasional maupun internasional.
A.D. Pirous telah berkarya dalam dunia seni rupa modern selama hampir setengah abad. Catatan-catatan hasil penjelajahan ini telah diikuti oleh banyak pihak dan tertuang dalam buku monografinya: A. D. PIROUS: Vision, Faith, and a Journey in Indonesian Art, 1955-2003, dan buku Kumpulan Pemikiran A.D. Pirous (1960-2003).
Tahun 2003 A. D. Pirous memasuki masa purnabaktinya. Sebagai seorang perintis pendidikan desain grafis Indonesia, semangat dan dedikasi yang mendalam menjadi catatan emas yang harus tertulis dalam sejarah perkembangan desain komunikasi visual Indonesia.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
• Riswanto Ramelan
Seorang Praktisi Sekaligus Pendidik Senior
Bagi praktisi desain grafis, meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu merupakan hal yang membutuhkan pengorbanan tersendiri. Demikian juga dengan Riswanto Ramelan yang lahir di Jakarta pada tanggal 30 April 1941. Dengan kesibukan profesinya ia masih meluangkan waktu untuk mengajar.
Tahun 1961, sempat 2 tahun kuliah di jurusan Arsitektur pada Universitas Katolik Parahyangan di Bandung. Di tahun 1963 “Iwan” Ramelan (panggilan akrab beliau) diterima sebagai mahasiswa Seni Rupa, Fakultas Perentjanaan dan Seni Rupa ITB. Selama proses belajar diselingi kerja profesi yang dibimbing secara langsung oleh para dosen. Kerja prakteknya yang pertama yaitu di sebuah unit percetakkan berjalan yang merupakan hadiah dari kerajaan Belanda.
Setelah terlibat proyek Expo’70 di Osaka Jepang beliau terdorong untuk berprofesi di luar lembaga pendidikan. Tahun 1981, Indra Abidin, kawan lamanya mengajak bergabung dengan PT Fortune Indonesia Advertising. Awalnya sebagai Art Director kemudian Associate Creative Director. Beberapa proyeknya antara lain adalah berbagai iklan mulai dari Susu Cap Nona, Dancow, Milo, Sakura Film, Bayer Aspirin, Cathay Pacific, San Miguel Beer, hingga AT&T-Philips Professional Products.
Minatnya kepada soft sell communications menjadi pendorong untuk mengembangkan proyek-proyek pameran seperti Pameran Satelit Palapa di New York,USA, Pameran Telecom di Geneva, Expo’85 di Tsukuba, Jepang, dan Expo’86 di Vancouver, Canada.
Dalam perkembangannya beliau akhirnya memimpin PT Adwitiya Alembana, yang merupakan anak perusahaan PT Fortune.
Seusai proyek Expo 2005 di Aichi Jepang, di usia 65 tahun, beliau melepas jabatan eksekutif. Perannya hanyalah menjadi komisaris dan menjadi mentor bila diperlukan sewaktu-waktu. Dengan segala kesibukan profesi sebagai praktisi, di setiap hari Sabtu beliau masih menyempatkan mengajar desain grafis. Dan itu dilakukannya sejak tahun 1985 hingga saat ini (2008).
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
• Yongky Safanayong
Teman Mengobrol Yang Seru
Lahir di Bandung 26 Agustus 1950, tapi masa kecil hingga dewasa banyak dihabiskan di Jakarta. Selepas SMA 1970, ia memutuskan melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti di Departemen Seni Rupa. Pilihannya menekuni karir bidang pendidikan desain komunikasi visual, telah mengantarkan beliau menjadi guru besar DKV dengar gelar profesor.
Tahun 1980 mulai berkarir menjadi dosen desain grafis di Universitas Trisakti. Kemudian tahun 1993-1994 berkesempatan menjadi Ketua Program Studi Desain Grafis tempat yang sama. Langkah beliau makin mantap setelah mengajar DKV di Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Pelita Harapan, tahun 1994. Jabatan Ketua Jurusan Desain beliau mulai tahun 1997-2002. Dan mulai tahun 2002 hingga kini beliau menjadi Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas yang sama.
Di luar akademik, juga sering mengikuti berbagai forum desain tingkat internasional. Tahun 1990 menjadi peserta Conference Second International Design Forum, di Singapura. Di tahun yang sama juga menjadi peserta peserta Asia-Pasific Design Exchange di Osaka Jepang. Dilanjutkan tahun 1992 juga sebagai peserta Third International Design Forum di Singapura. Prestasi lainnya pada tahun 1993, ia menjadi pemenang unggulan logo Dewan Riset Nasional, yang diselenggarakan Departemen Riset dan Teknologi. Karya poster pria yang sering terlibat dalam penjurian aneka lomba kreativitas ini, bisa disaksikan dalam ajang “Light of Hope for Indonesia”, pameran internasional yang diikuti 17 negara di Jakarta Convention Center, 2005.
Dengan perjuangannya, ia menjadi salah satu orang yang turut menyumbangkan kontribusinya dalam pembentukan beberapa program studi DKV di Indonesia seperti; DKV UPH pada tahun 1994 dan DKV Universitas Bina Nusantara pada tahun 1999. Tak hanya itu, beliau juga turut memberikan kontribusi dalam pembentukan DKV di Universitas Ciputra, Surabaya pada tahun 2006.
Dibalik sederet prestasinya, Yongky Safanayong juga menjadi figur yang enak diajak berdikusi berjam-jam tanpa terasa. Seorang teman mengobrol yang seru.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
• Hanny Kardinata
Merangkul “Pecinta” Desain Grafis Indonesia Dalam Wadah Maya
Hanny Kardinata adalah sosok yang santun dan bertutur sapa lembut. Belajar desain grafis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI-sekarang ISI Yogyakarta) tahun 1972 adalah pilihan kata hatinya selepas SMA. Karirnya dimulai ketika tamat kuliah tahun 1975. Sekitar setahun (1976-1977) ia bekerja di Matari Advertising, salah satu biro iklan tertua di Indonesia. Kemudian mulai tahun 1980 hingga 1994, bersama Tjahjono Abdi sahabatnya, mendirikan perusahaan desain grafis Citra Indonesia.
Kiprah seorang Hanny Kardinata dalam perkembangan desain grafis Indonesia menjadi begitu penting. Salah satu sebabnya bermula dari pameran pada 16-25 Juni 1980 yang berjudul “Pameran Rancangan Grafis Hanny, Gauri, Didit”. Di situlah, Hanny bersama Gauri Nasution dan Didit Chris Purnomo memelopori pameran desain grafis Indonesia.
Pada tahun 1989 hingga sekarang, beliau menjadi konsultan desain grafis untuk majalah tren interior dan arsitektur LARAS. Gaya desain grafis yang khas pada majalah tersebut seolah memberi inspirasi baru bagi penerbitan majalah-majalah lain.
Di era tahun ‘90an beliau banyak berkarya dalam desain buku. Diantaranya; buku Biennale Seni Rupa Jakarta IX (1994), In Words In Colours, Ananda Foundation (1995), Museum Purna Bhakti Pertiwi (1996).
Tahun 1987, penghargaan internasional dari Art Direction magazine (Creativity Award) beliau dapatkan atas karya logo The Parrots (club & restaurant). Kalender Citra Indonesia juga mendapat penghargaan yang sama pada tahun 1992. Machu Picchu, sebuah perusahaan outdoor fashion industry untuk pasar Eropa, sejak tahun 1999 hingga sekarang juga menjadikan beliau sebgai konsultan desain grafisnya.
Dibalik semua kiprah beliau yang penuh dedikasi ini, ada satu yang terasa memberi “pencerahan”. Cobalah ketik kata ‘desain grafis Indonesia’ di mesin pencari, Google. Maka di urutan pertama kita akan ketemu situs yang identik dengan beliau, yaitu http://desaingrafisindonesia.wordpress.com.
Disadari atau tidak, banyak yang menjadikan situs tersebut menjadi rujukan pengetahuan dan informasi yang cukup serius di kalangan dunia desain grafis. Dedikasi beliau yang mencoba merangkul semua kalangan pecinta desain grafis, dari desainer, kalangan akademik hingga pelaku sejarah desain grafis Indonesia dalam satu wadah maya, sangatlah membantu kita mempelajari nilai-nilai historis desain grafis Indonesia yang tersebar dimana-mana. Ketiklah di Google: desain grafis Indonesia, maka kita akan “menjumpai” Hanny Kardinata.
DKV BINUS University
Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta 11480
dkv@binus.ac.id – www.dkv.binus.ac.id
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Para penerima Piala Lebah, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Prof. A. D. Pirous, Prof. Yongky Safanayong, serta Rektor BINUS University Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Hanny Kardinata dan Prof. Yongky Safanayong saat memberikan pidato setelah menerima Piala Lebah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Riswanto Ramelan dan Prof. A. D. Pirous saat memberikan pidato setelah menerima Piala Lebah.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Para dosen DKV BINUS saat menyampaikan pengantar sebelum memberikan Piala Lebah. Sari “Iwul” Wulandari, Arif “Piyo” Priyono, Rina Kartika, Firman Lie, Isanilda Dea Latifah, Julianto, Novi Dila Kana, D. Rio Adiwijaya.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Sambutan oleh Ketua ADGI, Danton Sihombing dan Ketua FDGI, Eka Sofyan.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Suasana panggung Anugerah DKV BINUS Samartharupa.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Sambutan-sambutan dari BINUS University. Lasty Devira (wakil dari mahasiswa Fresh n’ Brite ’08), Danu Widhyatmoko (Ketua Jurusan DKV BINUS), Tunjung Riyadi (Ketua Pelaksana Acara), Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc. (Rektor BINUS University)
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Suasana acara Anugerah DKV BINUS Samartharupa.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Acara hiburan. David Tandayu (MC) dan Caplin Band.
Related post: Pameran DKV BINUS di Senayan City
•••















Tipografi dalam Desain Grafis
www.underconsideration.com

Wah, congrats Pak Hanny, Pak Iwan, Prof. Yongky, dan Pak A. D. Pirous..!
Memang sudah selayaknya.
Semoga menjadikan inspirasi bagi para generasi penerus.
Selamat!
Semoga terus berkarya!
Bravo! Salut!
Setuju keempat orang ini sudah sepantasnya memperoleh penghargaan. Masih banyak tentunya yang juga berjasa besar dalam dunia desain grafis kita. Semoga ada ajang serupa yang dapat merangkul lebih banyak pihak.
Terima kasih DKV Binus yang telah memelopori penghargaan ini. Selamat karena acaranya sudah berjalan dengan sukses. Apresiasi buat teman-teman yang sudah berlelah menyiapkan ini semua.
Viva Samartharupa
Selamat buat para penerima penghargaan.
Salut ….. !!!
Terus maju Desain Grafis Indonesia … !!!
siip…
saatnya apresiasi tidak hanya kepada desain saja..
namun orang2 yang berada dibelakang kanvaspun
harus dihargai dan agar generasi yang berada jauh dibelakangnya pun dapat mengetahui apa yang telah beliau lakukan untuk mewarnai jalan Desain Grafis Indonesia.
selamat ya opa, om…
semoga awal benih yang kau tanam, dapat kami rawat dan kembangkan untuk menuju cerahnya sinar…
Selamat untuk Pak Iwan, Pak Yongki, Pak Hanny, dan Pak AD Pirous.. atas sumbangsih terbesarnya untuk Desain Grafis Indonesia.
Mari sama2 membangun Indonesia melalui ‘creative industry’.
Selamat Pak Hanny, Pak Ramelan, Pak A. D. Pirous, Pak Yongky atas penghargaan Samartharupa yang telah diterima.
Sebagai sebuah instansi pendidikan merupakan awal yang baik untuk memberikan apresiasi terhadap perintis-perintis desain rupa senior. Sehingga kita senantiasa ingat bahwa lahirnya desainer yang ada sekarang dengan segala kemudahannya merupakan hasil jerih lelah perjuangan pendahulu-pendahulu kita.
Semoga perjuangan Bapak2 dapat generasi muda teruskan untuk membangun Indonesia kreatif yang lebih baik.
Tokoh-tokoh yang memang pantas menerima penghargaan itu. Selamat! Especially You, Hanny. You deserved it.
Congratulation!
Selamat untuk Pak AD Pirous, Pak Yongki, Pak Hanny, dan Pak Iwan. Terima kasih banyak kepada Anda semua.
Karena selama ini telah begitu kuat dan konsisten menginspirasi dan memotivasi.
wow!!! selamat selamat, semuanya memang orang-orang yang harus terima penghargaannya.
kayanya ada yang lupa, pak Primadi Tabrani gimana kabarnya ya, ada yang tahu?…
Hahahaha… Han…. I’m really proud of you! This is the best time for Indonesia Designers to appreciate their legacy! Very very important!
BINUS… you did the right thing! Well done for Danu and Lintang!
Terima kasih kepada keluarga dan sahabat-sahabat saya atas dukungannya. Dengan tuntunan Tuhan, rasanya selama ini saya hanya menjalani saja apa yang memang sudah semestinya. Terima kasih kepada DKV Binus yang telah memulai tradisi ini. Semoga menjadi kontribusi sangat penting bagi perkembangan desain grafis Indonesia di masa depan.
Amien, Pak Hanny =)
Buat Mas Icus… kita masih ada “utang” untuk mengadakan “teleconfrence class” nih, Mas.
Aduhhhhhhhhhh… cenengnya, kapan y aQ bisa seperti mereka… moga2 suatu saat aQ bisa seperti mereka. Amin.
[...] 1. AD Pirous (Perintis Pendidikan Tinggi Desain Grafis di Indonesia) 2. Irvan A Noe’man (Principal BD+A [...]
saya tinggal di jakarta selatan
saya ingin sekali sekolah desain grafis di binus, bagaimanakah caranya??
[...] Sumber: Samartharupa, Jejak Terima Kasih DKV Binus [...]
[...] Samartharupa, Jejak Terima Kasih DKV Binus Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus Reportase Momentum 10 DKV Binus [...]
[...] “Anugerah Samartharupa” from DKV Binus University for dedication to the development of graphic design in Indonesia, [...]
[...] diumumkan pada malam penganugerahan IGDA pada tanggal 23 Mei 2010 di Galeri Salihara. Sebelumnya, AD Pirous -salah seorang yang memberi andil besar bagi dimulainya pendidikan tinggi desain grafis di [...]