Malam Anugerah IGDA (Indonesian Graphic Design Award): “Panen Grafis 2009″ berlangsung pada tanggal 23 Mei 2010 di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, dibuka dengan Pidato Kebudayaan AD Pirous dan dilanjutkan dengan pembacaan “Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia“.
![]()
IGDA: Sebuah Perjalanan Pembentukan Identitas
Oleh AD Pirous
(Salam)
Hadirin yang terhormat,
Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh panitia untuk menjadi juri dalam kegiatan IGDA ini. Pada saat penjurian, saya menyaksikan suatu pandangan yang luar biasa. Di hadapan saya, terhampar ratusan karya desain grafis kreasi anak bangsa yang beragam; dari mulai ilustrasi, tipografi, komunikasi perusahaan, sampai ke sistem identitas dan inovasi visual. Kreasi-kreasi tersebut dibuat dengan beragam macam teknik dan media yang canggih.
Menyaksikan hal tersebut membuat saya teringat kembali pada tahun 70-an, saat saya diberi kesempatan untuk mencoba membuka pendidikan formal desain grafis di ITB dan kemudian saat kami membuka studio Decenta di Bandung. Saat itu praktek desain grafis masih sangat kental hubungannya hanya dengan kegiatan cetak mencetak dan dalam kondisi sumber daya yang sangat terbatas.
Kesaksian ini menimbulkan pertanyaan dalam benak saya: apakah terjadi perkembangan kualitas dalam desain grafis Indonesia? Untuk dapat menilainya, ada dua hal yang bisa kita jadikan dasar, yaitu tentang perkembangan kecerdasan visual, serta kecerdasan konsep/strategi.
Dari sisi kecerdasan visual, kita dapat melihat perkembangan cara memvisualisasikan suatu ide, sehingga menghasilkan impresi yang optimal sesuai maksud. Penggunaan teknologi –terutama komputer– dapat membawa dimensi baru dan kemudahan dalam visualisasi.
Sedangkan dari sisi kecerdasan konsep, kita dapat menyaksikan pengaruh dari wawasan, pengetahuan, kepercayaan diri, eksplorasi dari diri desainernya.
Silahkan hadirin menilai sendiri bagaimana perkembangan kualitas desain grafis kita, terutama dari karya-karya yang ada dalam rangka IGDA ini.
Tetapi diluar hal itu, masih ada satu pertanyaan yang timbul di benak saya. Pertanyaan yang menyangkut kata Indonesia –dalam hal ini kata ‘Indonesian’– dalam Indonesian Graphic Design Award, apakah hanya akan diartikan sebagai lokasi/tempat? Sementara makna kata ‘Indonesia’ dalam IGDA juga dapat diartikan sebagai cerminan suatu watak, kepribadian, karakter, cara pandang, semangat dan hal lain yang dapat mengartikan Indonesia sebagai suatu Identitas. Kalau kita coba telaah, tanpa identitas ke-Indonesia-an, IGDA akan menjadi ajang awards pada umumnya. Dan IGDA hanya akan memotivasi desainer grafis Indonesia supaya berkarya secara kreatif saja, yang bisa saja mengarahkan kita pada bentuk karya yang miskin identitas.
Atas dasar pemikiran tersebut, beberapa orang mencoba menggalang dukungan, untuk mengembangkan peluang diwujudkannya Identitas Desain Grafis Indonesia, yang dituangkan dalam ‘Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia.’ Pada kesempatan yang baik ini, saudara-saudara yang saya hormati, izinkan saya membacakan naskah Sikap Budaya tersebut.
Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia
Demikian sambutan dari saya dan pembacaan Sikap Budaya Identitas Desain Grafis Indonesia.
Selanjutnya, silahkan hadirin memberi dukungan dan komitmen untuk bersama mewujudkan maksud dari Sikap Budaya kita tersebut.
Dan, atas nama kita semua yang hadir dan menyaksikan acara ini, dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saya menyatakan dengan resmi Malam Anugerah Indonesian Graphic Design Award 2009 ini dimulai.
Jakarta, 23 Mei 2010.
(Salam)
“Bukan saatnya kamu bangga menjadi Desainer Grafis Indonesia, saatnya Indonesia bangga punya desainer grafis seperti kamu”
•••







Tipografi dalam Desain Grafis
www.underconsideration.com

[...] » Transkrip lengkap Pidato Kebudayaan AD Pirous. [...]
[...] malam anugerah IGDA “Panen Grafis 2009″ dimulai dengan pidato kebudayaan AD Pirous selaku dewan pembina IGDA dan ketua juri, dilanjutkan dengan sambutan dari Caroline F Sunarko [...]
[...] ini dibuka dengan Pidato Kebudayaan AD Pirous yang disusul dengan pembacaan “Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia“ juga [...]
[...] yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2010 di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, dibuka dengan Pidato Kebudayaan AD Pirous dan dilanjutkan dengan pembacaan “Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis [...]