Play #2: Public Furniture
Irwan Ahmett dan Tita Salina mendesain “Public Furniture” dengan memanfaatkan Found Object (toko kayu) bersama para tukang kayu. Selain sangat kokoh terbebas dari tangan jahil, juga memanfaatkan ruang penyimpanan kayu yang sudah tersedia tanpa harus membuat proyek berlebihan seperti para pembuat infrastruktur Kota Jakarta saat ini yang seringkali membangun sesuatu atas tujuan nilai proyek semata.
Kami mempersilakan kepada siapa saja untuk berpartisipasi dengan mendatangi dan menggunakan tempat tersebut lalu mengirimkan foto atau dokumentasi lainnya melalui: ahmettsalina@gmail.com, untuk kami upload di situs DGI, karya diatas dapat dijumpai dari tanggal 7-11 Mei 2010 di: Toko Fajar, Jalan Raya Pasar Minggu Km. 18 (depan Volvo) Jakarta Selatan. Dapatkan sinyal wi-fi gratis dilokasi tersebut!
Berikut ini adalah foto-foto anak nongkrong di public furniture urban play#2:
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Komentar-komentar di page DGI di facebook:
•••
Seluruh aktivis DGI bersama Irwan Ahmett dan Tita Salina mengundang anda para desainer grafis Indonesia di dalam dan di luar negeri untuk berinteraksi dalam DGI Online Exhibition #4: Irwan Ahmett & Tita Salina. Ikuti terus update tahapan pameran ini yang akan berproses hingga Mei 2010 di situs DGI dan selamat bermain bersama Irwan Ahmett dan Tita Salina.
Salam DGI!












6. May 2010 um 18:15
luar biasa “nakal” idenya!!
6. May 2010 um 22:21
Keren banget wang! mantaph! bikin di daerah tebet juga dong
6. May 2010 um 22:55
keren………
6. May 2010 um 22:55
like this A LOT
6. May 2010 um 23:36
dahsyat!
7. May 2010 um 00:02
Hello… saya berencana datang besok ke lokasi ini… walaupun takut gak nyampe karena nyasar…
saya suka sekali ide dari proyek ini… gudlak dan selalu menunggu update barunya…
7. May 2010 um 00:04
kocak abis!!
hahahahaha! keren keren!
7. May 2010 um 00:12
spectakular… ide2 yang cukup menggelitik….
7. May 2010 um 15:08
IDENYA LIARRRRR!!!.selamat kang Iwang!
7. May 2010 um 19:38
mainnya jangan di sekitar pasar minggu melulu dong
anyway, idenya luar biasa, pasti belum pernah ada yang terpikir soal ini, salut!^^
7. May 2010 um 21:53
love it like it
7. May 2010 um 22:41
Sepertinya bukan hanya O2 yang dihirup untuk hidup oleh mas dan mba ini..tapi K 12e At1F juga jadi pasokan nutrisi tubuh..salut…
8. May 2010 um 05:10
Semoga mereka biasa membaca dengan bahagia.
8. May 2010 um 08:17
Pendekatan yg unik buat saya yg masih kejebak pd ‘desain’ konvensional… isu yg diangkat jg ‘penting’… seandainya karya ini hanya dimaknai sbg ekspresi, mka perdebatan berakhir… tetapi apabila karya ini kita maknai sebagai salah satu hasil ‘desain’ yg jg bermakna sbg ‘solusi’ dr suatu masalah, mka ada pertanyaan yg menggelitik… seberapa kuatkah kedua karya (pasar & toko kayu) ini mampu mempengaruhi kesadaran masyarakat thd permasalahan yg sedang diangkat?… ceritain dunks mas irwan pengalamannya….
8. May 2010 um 16:54
Great work ! original and so awesome !
8. May 2010 um 17:43
Very cool!
Terimakasih untuk inspirasinya, kadang-kadang solusi datang lebih awal dari masalah dalam dunia kreatifitas.
Sekalian minta izin, kalo boleh dokumentasikan juga proyek ini di blog kami
(http://tipografi-indonesia.com/blog)
keep sharing!
salam kenal dan salam kreatif,
irvandys
http://irvandys.de
http://tipografi-indonesia.com/blog
10. May 2010 um 13:02
trims banget buat rekan-rekan yang memberikan apresiasi untuk project urban play #1 & #2
sejauh ini saya sangat tertarik untuk mengeksplorasi berbagai sudut di Jakarta yang begitu fantastis…sungguh banyak hal yang menyengat mata dan pikiran saya berangkat dari kegelisahan saya tentang ruang, desain dan fungsi…
Namun karena keterbatasan waktu (mengingat saya harus mengakali membuat permainan ini ditengah-tengah pekerjaan harian). Untuk saat ini kita fokus di wilayah yang dekat dengan tempat dimana saya tinggal dan bekerja selain memudahkan akses juga faktor sosial lingkungan sudah kita kenal dengan baik…
Dalam pengerjaan urban play saya dan Salina sadar sepenuhnya bahwa apa yang kita kerjakan saat ini bukanlah mengejar solusi yang dapat diukur tingkat keberhasilannya dalam rentang waktu yang singkat…gerakan untuk merubah ‘society’ terkadang diperlukan ‘tangan besi’ didalamnya…Beijing saja membutuhkan dana 40 juta dolar AS untuk mengadakan perubahan infrastruktur kotanya menjadi lebih manusiawi menjelang olimpiade…
urban play adalah gagasan, ledakan eksplorasi kreatifitas karena ruang kota yang dikuasai kapital dan negara tidak mampu membuat maju warganya…
urban play ranah bermain pribadi untuk mengajak publik menjadi bagian dari permainan dan mencoba menyikapi permasalahan kota Jakarta…berhasil atau tidaknya ada wilayah lain yang harus digarap, misalnya media, publikasi dan promosi…namun saat ini seberapa besar sih minat media untuk menyentuh permasalahan substansial?
Salut untuk DGI yang hingga hari ini masih bergerak aktif, mandiri…sebuah spirit yang sebetulnya sangat mempengaruhi saya dalam berkarya…
untuk teman-teman yang ingin bergabung dengan permainan kita silakan kontak ke DGI atau email saya di: ahmettsalina@gmail.com
salam
11. May 2010 um 18:22
keren…hahaha kreatif,…
kayunya gaboleh dicat yah? hihi
12. May 2010 um 14:14
idenya kereen…oks banget..tapi sayang nggak sempat lihat lebih jauh..
19. May 2010 um 22:15
Mantabs wang… salut buat kalian berdua yang udah susah payah bagi waktu dan tenaga buat mikirin jakarta….kapan yah gue bisa ikutan?
thanx
30. May 2010 um 07:25
hahahaha…..bisa tuh untuk inspirasi desain bangunan
IDE GILA YANG SANGAT BERGUNA
khikhi sukses dah
—-ane suka banget nyang satu nih—-
27. July 2010 um 19:56
[...] sembilan macam permainan yang Irwan ciptakan sampai dengan saat ini. Salah satunya berjudul Public Furnitur yang dapat Anda saksikan pada video berikut [...]
3. May 2011 um 16:02
Thank you very much for the info, very inspiring piece!