Play #1: Color Blindness Test
Peranan pasar sebagai pusat transaksi dan urat nadi distribusi kebutuhan sandang, pangan dan papan berperan sangat vital dalam memberikan identitas sebuah kota, pasar bukan hanya dipakai sebagai media ekonomi namun kini menjadi tempat paling ampuh bagi politikus untuk mengambil simpati masyarakat kalangan akar rumput.
Dewasa ini pasar tradisional mendapat pesaing dari pasar modern dengan nama yang lebih mentereng, sangat bombastis! Menawarkan kenyamanan dan fasilitasnya yang kian mengepung kita, dari pinggir hingga pertengahan kota Jakarta. Bahkan pasar modern hadir dengan bentuk yang lebih kecil, dipastikan dapat kita temui di setiap radius satu kilometernya di Jakarta. Pasar tradisional kian merana beberapa diantaranya ditutup dan dialihfungsikan.
Irwan Ahmett dan Tita Salina ingin bernostalgia mengingat kebiasaan yang membahagiakan pada masa kecilnya ketika berbelanja di pasar bersama ibunda tercinta; menyusuri lorong baju digantung penuh warna, mencium wangi sayur segar, menikmati kue kelapa hangat bercampur aroma ikan asin dihiasi teriakan para pedagang yang menawarkan barangnya. Mereka berdua mengadakan tour sederhana ke Pasar Minggu, bertemu dengan pedagang kaki lima, berbicara dengan preman dan bermain-main dengan dagangan mereka, lebih dari sekedar melihat kenyataan kondisi pasar saat ini dan melatih kepekaan panca indra, namun melibatkan pedagang dan publik menjadi bagian dari permainan kreatifnya. Project Urban Play kali ini Ahmett dan Salina ingin memberikan makna dari masa lalunya dengan konteks pasar tradisional masa kini yang memiliki ketidakpastian di masa depan.
Seluruh aktivis DGI bersama Irwan Ahmett dan Tita Salina mengundang anda para desainer grafis Indonesia di dalam dan di luar negeri untuk berinteraksi dalam DGI Online Exhibition #4: Irwan Ahmett & Tita Salina. Ikuti terus update tahapan pameran ini yang akan berproses hingga Mei 2010 di situs DGI dan selamat bermain bersama Irwan Ahmett dan Tita Salina.
Salam DGI!
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Komentar-komentar di page DGI di facebook:
•••



4. May 2010 um 20:07
MANTAAAAPP GAAN, lucu lucu, gokil irwan ahmet/tita salinaaaaa…
4. May 2010 um 23:29
Sewaktu melihat visualnya agak bingung dan boring.
Namun setelah membaca pesan yang hendak di sampaikan,
hmm ok juga.
jadi teringat masa kecil yang senang sekali berimajinasi tanpa dibatasi dengan permasalahan yang ada di sekeliling.
5. May 2010 um 00:51
Wah, uda ada updatean baru project online exhibitionnya Irwan Ahmett & Tita Salina XD, lucu nih.. ditunggu updatean selanjutnya ya
5. May 2010 um 01:41
Gw colour blind, masih bisa baca font diatas tuh…
5. May 2010 um 02:04
bagus banged..lucu juga..
5. May 2010 um 02:06
keren
salute buat irman ahmett & tita salina
5. May 2010 um 02:52
Karya2nya Kang Iwang bener2 simple, humanis. Seru bgt..
5. May 2010 um 02:54
Keren… Emang ok ide2 irwan/tita… Sukses!
5. May 2010 um 03:08
seru!
5. May 2010 um 03:39
salut!
yang masih hidup memang harus kreatif!
5. May 2010 um 03:48
Asyik…menginspirasikan…..!!
5. May 2010 um 04:15
pasar memang salah satu tempat yg tepat untuk bermain warna pastinya, penuh keanekaragaman warna yg didapat dari; pakaian yg dikenakan para penjual-maupun pembeli, buah-sayuran-aneka kebutuhan yg diperjual-belikan disana. pas!!
5. May 2010 um 05:13
creative, cool and confidence | r*xona
ahahahaaa… \m/
5. May 2010 um 08:47
5. May 2010 um 09:17
NICE!
)
We want more! hahahaha….
5. May 2010 um 19:34
wah asyik.. saya tidak buta warna..
bravo buat iwang dan salina.. \m/
6. May 2010 um 05:23
jadi inget jaman dulu (tahun2 85/86 an)… selalu diajak mama kepasar Rebo di Cijantung, nemenin Beliau belanja ini itu, sementara gw merengek minta baju gambar megaloman atau goggle V hihihi… atau ke toko mega (tahun2 90an awal) beli seragam sekolah dan seragam pramuka enggak lupa atributnya, badge-badge pramuka yang di taro di etalase merupakan pemandangan yang seru buat gw … dan gw baru inget lagi kalau seragam pramuka siaga dan penggalang itu beda… jadi ngomongin pramuka nih!!!
btw thanks Iwang & tita buat karyanya…
gw jadi kangen sama Mama
6. May 2010 um 07:16
Ini yang gw suka banget dari seorang Irwan Ahmett! Justru hal sederhana yang sebenarnya sulit untuk dipikirkan dan digarap!
Ayo, Wang. Saya nantikan karya anda berikutnya. Sukses selalu
6. May 2010 um 08:42
cukup satu irwan ahmett untuk menggetarkan dunia kreatif indonesia
great !
7. May 2010 um 15:04
lucu bgt bg…keyeeennnn….asyiikkk…top dah…menggelitik…asyikkk
7. May 2010 um 19:07
assiiik…^^
12. May 2010 um 15:23
Luar biasa bang, ide daneksekusi nya dari awal sudah luar biasa.. bermain dan berkarya jadi satu disini ya.. saluuut..
17. July 2010 um 17:43
Hi, maybe i’m being a little off topic right here, but I was browsing your web site and it looks fascinating. I’m building a weblog and trying to make it look clean, but everytime I touch it I mess some thing up. Did you style the website yourself? Could somebody with minor experience do it, and add updates without messing it up? Anyways, very good facts on here, very informative.