Diskusi & gathering: Selasa, 3 Agustus 2010, pukul 15.00-18.00
Pameran: 3-10 Agustus 2010
Lokasi: Jakartapunya!, Jalan Hang Tuah Raya no 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
![]()
Undangan Acara Diskusi, Gathering & Pameran
“Hidup Jangan Terlalu Serius! Karena Tak Seorangpun Bisa Melewatinya Hidup-hidup”
oleh Irwan Ahmett & Tita Salina
Dengan email ini, kami mengundang rekan-rekan untuk menghadiri acara: Diskusi, Gathering & Pameran “Hidup Jangan Terlalu Serius Karena Tak Seorangpun Bisa Melewatinya Hidup-hidup” oleh Irwan Ahmett & Tita Salina yang akan berlangsung pada:
Waktu Diskusi & Gathering:
Hari Selasa, 3 Agustus 2010
Pukul 15.00-selesai
Waktu Pameran:
Hari Selasa, 3-10 Agustus 2010
Pukul 09.00-20.00
Tempat:
Jakarta Punya!
Jalan Hang Tuah Raya no. 9
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tema Pameran: Urban Play – When designers playing in their city
Inisiator: Hanny Kardinata
Kreator: Irwan Ahmett & Tita Salina
Pelaksana Pameran Online: DGI (Desain Grafis Indonesia)
Tempat: http://dgi-indonesia.com
Proyek pameran “Hidup Jangan Terlalu Serius! Karena Tak Seorangpun Bisa Melewatinya Hidup-hidup” ini telah dipamerkan sebelumnya di website dgi-indonesia.com periode Mei-Agustus 2010 dan dikunjungi lebih dari 6000 orang pengunjung. Sehubungan dengan tingginya animo masyarakat, maka program diskusi, gathering dan pameran offline ini diadakan. Program diskusi ini akan berlangsung selama satu hari, diikuti dengan gathering seluruh partisipan yang terlibat dalam project ini pada hari Selasa, 3 Agustus 2010. Sedangkan untuk pameran artworknya selama seminggu ke depan sampai hari Selasa, 10 Agustus 2010 di Jakarta Punya!.
Besar harapan kami akan dukungan dari rekan-rekan untuk dapat menghadiri program acara: Diskusi, Gathering & Pameran ini.
Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya.
Hormat kami,
Maya
Asisten Proyek Pameran
![]()
Konsep Awal Pameran
Irwan Ahmett dan Tita Salina adalah desainer grafis dan juga pasangan pekerja seni yang telah berhasil membuat karya-karya yang mendapat respon positif dari publik seperti: Change Yourself, Happiness Project, dan saat ini mereka tertarik untuk menggali gagasan tentang mencapai makna kebahagiaan dengan cara yang sudah mereka lupakan yaitu; Bermain!
Irwan Ahmett dan Tita Salina percaya bahwa manusia terlahir untuk bermain, dimulai dari zaman bermain di bawah terang purnama hingga era tablet digital, permainan selalu dijadikan alasan untuk lari dari rutinitas, kompetisi, membunuh waktu luang hingga memberikan sebuah sensasi kesenangan. Ada sejuta alasan bahwa permainan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kodrat manusia, selain dapat memberikan stimulasi positif bagi otak, bermain merupakan sebuah bahasa universal yang dimiliki oleh semua makhluk yang berotak. Kita bisa lihat sampai detik ini video game berkembang menjad industri raksasa dengan berbagai inovasi teknologinya. Bahkan permainan manual kubus warna-warni Rubik’s yang meledak di tahun 80-an kini kembali menjadi candu generasi digital. Mau yang lebih seru? Kita lihat apa yang terjadi pada pertengahan tahun 2010 ini ketika milyaran mata dari seluruh penjuru planet bumi tertuju pada sebuah benda berdiameter 35 cm seberat 400gr. Sebuah mahadrama permainan sepakbola dunia berlangsung di Afrika. Why so serious? Menjadi sebuah kata sakti sang Joker untuk memainkan karakter psikopatnya seakan tidak hanya membuat jengkel sang Batman namun mentertawakan manusia yang sangat serius menyikapi hidupnya.
Irwan Ahmett dan Tita Salina sepakat bahwa bermain bisa membawa mereka ke dalam dimensi kreativitas yang menyenangkan, terbebas dari kungkungan mekanisme keseharian yang membuat cara dan pola berfikir menjadi satu arah saja. Permainan yang mengasyikan membutuhkan alat dan media, untuk itu Ahmett dan Salina memilih kota Jakarta sebagai bagian dari permainannya. Bisa dibayangkan apabila Jakarta dijadikan sebagai wahana permainan raksasa bagi warganya, karena Jakarta bukan hanya milik penguasa yang ‘memainkan’hukum dan rakyat saja, namun hakikatnya sebuah kota berhak menjadi milik setiap individu di dalamnya untuk memberi makna terhadap ruang kotanya. Ahmett dan Salina memutuskan untuk mengeksplorasi kembali ruang publik di sudut-sudut kota Jakarta yang semakin hari kian teraniaya oleh warganya! Mereka akan berinteraksi melalui mentalitas komunikasi visual dengan semangat improvisasi yang akan menggiring keduanya merasakan sensitivitas baru; melihat sisi menyenangkan dari kota Jakarta yang menyedihkan.
![]()
Testimonial
Satrio Abe : “Karya2nya Kang Iwang bener2 simple, humanis. Seru bgt..”
Auliya Rahman: “Luar biasa bang, ide dan eksekusinya dari awal sudah luar biasa.. bermain dan berkarya jadi satu disini ya.. saluuut..”
Binsa F
: “Bersahabat dan penuh kejutan…”
![]()
Pihak Ketiga
Dalam pelaksanaan pameran tersebut Ahmett & Salina akan mengajak dan melibatkan pihak-pihak lain yang sekiranya memiliki visi yang sama dan menjadi bagian krusial untuk mempromosikan pameran tersebut secara lebih luas lagi, misalnya Jakartapunya! dan KarbonJournal dengan dukungan rekomendasi dari DGI selaku pelaksana pameran.
![]()
Hidup jangan terlalu serius! Karena tak seorangpun bisa melewatinya hidup-hidup
Program diskusi ini akan membahas project “Hidup Jangan Terlalu Serius! Karena Tak Seorangpun Bisa Melewatinya Hidup-hidup” dengan tema “Urban Play – When designers playing in their city”. Projek pameran ini dipamerkan di website dgi-indonesia.com periode Mei-Agustus 2010 dan telah dikunjungi oleh lebih 6000 orang pengunjung. Program diskusi ini akan berlangsung selama satu hari, diikuti dengan gathering seluruh partisipan yang terlibat dalam projek ini pada hari Selasa, 3 Agustus 2010. Setelah itu akan diikuti dengan pameran artworknya selama seminggu ke depan sampai hari Selasa, 10 Agustus 2010.
![]()
Untuk mengunjungi pameran online Irwan Ahmett dan Tita Salina:
- DGI Online Exhibition #04: Irwan Ahmett & Tita Salina
Catatan: Play #9 (terakhir) akan segera menyusul.
•••






Tipografi dalam Desain Grafis
www.underconsideration.com
