Desain Grafis Indonesia

Desain Grafis Indonesia

Fostering understanding among Indonesian graphic designers and its juncture in art, design, culture and society

DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum” – Laporan Seusai Acara

DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum”
Situs Desa Kreatif Chandari, Ciganjur, Jakarta Selatan, 27-28 Agustus 2008

Komunitas Desain Grafis Indonesia (DGI) untuk kali pertama telah menyelenggarakan kegiatan Workshop di Situs Desa Kreatif Chandari, Ciganjur, Jakarta Selatan, suatu tempat asri dan inspiratif tidak jauh dari Kebun Binatang Ragunan (dapat dicapai dalam 30 menit dari daerah Kemang, Mampang, Blok M dan sekitarnya dalam kondisi lalu lintas normal cenderung padat). Situs Desa Kreatif Chandari ke depan akan menjadi klaster kreatif yang produktif dengan mengintegrasikan antara fine art, applied art, craft/kriya, seni tradisi, kepedulian lingkungan dan berbagai disiplin dalam seni dan budaya.

“Workshot Kamera Lubang Jarum” yang berlangsung dari tanggal 27-28 Agustus 2008 dilakukan dengan bekerjasama dengan Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) yang dipelopori oleh fotografer Ray Bachtiar Drajat. Rasa penasaran dialami oleh peserta workshop yang berjumlah 10 orang (Winoto Usman, Yasser Rizky, Ferandy Anthonius, Cindy Novita, Lasty Devira Kesdu, Stephanie Adela, Lintang Widyokusumo, Hastjarjo B. Wibowo, Hanugra Damara, Ronald Ascensio) dengan dipandu oleh 7 instruktur dari KLJI (Ray Bachtiar Drajat, Cahyo, Dian dkk). Jumlah peserta bukanlah menjadi suatu masalah karena dengan rasio yang kecil antara peserta dan instruktur proses pembelajaran dapat berlangsung dengan intensif.

Materi workshop dimulai dengan memberikan pemahaman perjalanan sejarah fotografi dari yang paling primitif sampai era digital. Yang kemudian disusul dengan teori dan praktek membuat dan menggunakan KLJ dari kaleng rokok “Gudang Garam,” dari mulai mengamplas alumunium bekas kemasan kaleng “Pocari” untuk ”lensa” sampai membuat lubang dengan jarum jahit, memasang lensa, membuat jepretan (shutter) dari plak ban dilakukan peserta. Setelah masing-masing peserta mempunyai “KLJ” diajarkan teori dan latihan praktek kamar gelap. Termasuk bagaimana memasang kertas foto yang berfungsi sebagai penangkap bayangan (film). Dan setelahnya peserta mulai mencoba memotret dengan tangan tanpa mata, karena dalam KLJ tidak ada jendela pembidik. Intuisi menjadi berperan penuh dalam pengambilan gambar.

Setiap selesai memotret harus tergopoh-gopoh menuju kamar gelap untuk memproses hasilnya. Ada yang kebakaran, hanya ada titik hitam karena lubang jarumnya terhalang kertas foto, ada yang under, ada yang over menjadi dinamika yang dialami seluruh peserta. Rasa penasaran, berkeringat karena harus mondar-mandir ke kamar gelap dalam menjalani proses menguji kesabaran seluruh peserta. Hari pertama semua peserta masih dalam tahap ujicoba kamera hasil karyanya masing-masing, melatih feeling baik dalam waktu mengekpos obyek maupun melatih angel pengambilan obyekya agar dapat masuk tepat ke dalam kertas foto yang merekam bayangan dari obyeknya. Setiap peserta penasaran dengan hasil pemotretannya yang sering kali tidak terduga karena efek-efek yang ditimbulkan oleh KLJ. Rasa penasaran inilah yang menghapus rasa lelah dan membuat peserta hadir kembali dengan semangat di hari kedua untuk melanjutkan workshop.

Di hari kedua semua peserta sudah mulai dapat menyesuaikan dengan kameranya masing-masing. Setiap peserta berusaha menghasilkan karya yang baik dengan terus mencoba dan mencoba. Pada hari kedua ini semua peserta telah berhasil mempraktekkan KLJ dengan hasil yang cukup baik sebagai pemula. Dalam proses review karya para peserta mendapat tantangan dari Ray Bachtiar Drajat untuk mempersiapkan ikut pameran foto lubang jarum yang judul pamerannya mungkin diinspirasi dari KLJ Solo “Jakarta dalam Kaleng.” Tentunya tantangan pameran ini akan direspon positif oleh para peserta workshop dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Tunggu saja tanggal mainnya!

DGI mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya wokshopnya yang pertama seperti kepada keluarga pelukis Arifien Neif dan Ibu Syeina yang telah banyak membantu, KLJI, Kang Ray Bachtiar Drajat, Teh Aty, dan semua pihak yang terlibat. Workshop-workshop DGI akan terus berlangsung secara berkala.

Instruktur Ray Bachtiar Drajat

Teori KLJ (Kamera Lubang Jarum) 1

Teori KLJ 2

Teori KLJ 3

Berkelompok membuat KLJ

Membuat KLJ

Mengamplas aluminium untuk lensa

Mengamplas aluminium

Membidik dengan tangan

KLJ memotret sepeda

Hasil cetakan negatif

Mengamati hasil cetakan

Review karya

Arifien Neif memberi masukan

Praktek kamar gelap 1

Praktek kamar gelap 2

Hasil karya Ferandy Anthonius

Hasil karya Hastjarjo B Wibowo 1

Hasil karya Hastjarjo B Wibowo 2

Hasil karya Hastjarjo B Wibowo 3

Hasil karya Lasty Devira Kesdu 1

Hasil karya Lasty Devira Kesdu 2

Hasil karya Lasty Devira Kesdu 3

Hasil karya Ronald Ascensio 1

Hasil karya Ronald Ascensio 2

Hasil karya Winoto Usman 1

Hasil karya Winoto Usman 2

Hasil karya Winoto Usman 3

Hasil karya Yasser Rizky 1

Hasil karya Yasser Rizky 2

Foto bersama, para peserta dengan serifikat dari DGI dan KLJI

•••

« Previous Article Next Article »

COMMENTS

  1. seru! lagi yuk..yuk..

  2. Waaaww… Seru banget, Seru banget. Sayang banget saya tidak ikut. Semoga saya bisa menyempatkan waktu untuk ikut lain waktu. :)

  3. kapan ada acara di surabaya bos… q tunggu kabarnya ya

  4. Wih keren bgt tuh terutama yang foto mobil, hehehe…
    Seru bgt loh bisa belajar hal2 yg baru, membuat kita lebih manusiawi gitu (mungkin)…

  5. sip…

  6. untk mas_hamid arek suroboyo, kta dri tmn2 KLJI_Malang sdh pernah bikin acr seperti itu tepatnya di blai Pemuda tgl 24-08-08..

  7. wehehehe… seru nih workshop nya… dr dlu pgn bljr bagaimana mendevelop film dan akhirnya kesampean juga dan ngalamin make kamera yg totally manual… hehehe…

  8. wah hebat euy
    acarana asik juga kayaknya
    mas….bang…mba yang kompeten dibidang kamera jarum…bisa bagi ilmuna gag
    sya pgn nyoba tapi blum nemu teman yang bisa memandu saya dikota saya tepatnya diPurwokerto
    klo da yang tau minta cntact person ya….
    klo da yang mau berbagi ilmu krim via email ya ke aditya_chemboy@yahoo.com ato ke Fs saya di http://profiles.friendster.com/chemboy86
    saya tunggu ilmu na kakak2 senior saya…

  9. Hebat, luar biasa kreatif, gimana cara bikin KLJ nya? Di posting dong cara buatnya plus cara pengoperasian dan pengolahan film nya.

  10. kalo mau tau lebih jauh tentang klj ato mo sekalian gabung, coba kunjungi blog komunitas lubang jarum indonesia. dan kalo mo liat or ikutan workshop di jakarta, tanggal 17 januari 2009 di UNJ ada acara seru. kita bisa lihat juga klj raksaksa dan konon kita bisa masuk menyaksikan proses terjadinya gambar….

  11. wah asik juga yach bagus lho hasilnya, bisa kasih tau gak gimana cara buatnya, apa aja yang di perlukan. saya jadi pingin coba nich… thanks be4.

  12. asik-asik. .

    boleh tau g cra bwt kamera na. . .

    pengen buat komunitas di pontianak ne. . .

    repp.. .

  13. bagus bgt…….. ajarin dunk buat klj_nya sekalian juga cara make’nya… eh iya, jangan lupa proses pencetakanya. kan kalo’ di Lampung belum ada tuch….!
    Bales via email y….
    thanks for all.

  14. seru tuh
    dah lama aqu liat d tv n tertarik tuk belajar.
    kapan ada di denpasar?

  15. [...] Bekerjasama dengan Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI), DGI mengadakan DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum” di Desa Kreatif Chandari, dengan instruktur Ray Bachtiar Drajat dan tim KLJI. Hasil workshop dipamerkan di DGI pada DGI’s Workshop #01: “Workshot Kamera Lubang Jarum” – Laporan Seusai Acara. [...]

  16. bang saya sudah melakukanya sebanyak 3 kali adegan kamera lubang jarum. dikampus awal 2003, di desaku 2005. dikota bondowoso bersama anak SMA akhir 2008, bersama anak Mts negeri panarukan awal 2009. mungkin ada teknik yang baru. kasi tau dong. aku lulusan seni rupa undiksha bali.

  17. kalo nyelenggarain lagi…kabari by email ya….

  18. ada agenda workshop lagi gak di 2012 ini untuk di jakarta, kalo ada tolong informasinya, saya berminat untuk mengikutinya.

Add Your Comments

© DGI-Indonesia.com | Powered by Wordpress | DGI Logo, DGI's Elements & IGDA Logo by Henricus Kusbiantoro | Web's Framing by Danu Widhyatmoko | Developed by Bloggingly