In My Room berisi lebih dari 100 orang tokoh Indonesia yang diabadikan di tempatnya yang paling privat, yaitu di kamar mereka sendiri. Ide sederhana ini dieksekusi dalam genre portraiture dalam eksplorasi unik, spontan dan penuh kejutan oleh sang fotografer, Jerry Aurum. Bersama peluncuran bukunya, In My Room menjadi pameran tunggal fotografi terbesar di Indonesia.
If you love portraiture photography, you don’t want to miss In My Room. Featuring more than 100 public figures in Indonesia, the photos were taken in their most sealed domains: their own private rooms (okay, mostly the bedrooms).
Come and see: Martha Tilaar, Dian Sastrowardoyo, Ade Rai, Titi DJ, Nirina Zubir, Hermawan Kertajaya, Subronto Laras, Denada, Sebastian Gunawan, Sam Bimbo, Rachel Maryam, Ghea S. Panggabean, Happy Salma, Ferry Salim, Wimar Witoelar, Ahmad Dhani, Nadine Chandrawinata, Ki Kusumo, Darwis Triadi, Davy Linggar, Ringgo Agus Rahman, Sandra Dewi, Dewi Sandra and many more!
![]()
From hundreds of media coverage of ‘In My Room’ exhibition/book, I only wrote one article by myself, published by Rolling Stones in Dec 2009. Here it is:
Mengapa kamar? Mengapa portraiture? Bagaimana bisa masuk ke kamar lebih dari 100 orang tokoh di Indonesia?
Semuanya berawal dari keinginan saya untuk keluar dari comfort zone saya dua tahun lalu. Sejak awal saya jatuh cinta pada dunia kreatif, saya percaya bahwa insan kreatif manapun hanya bisa menjadi besar dan matang bila ia tidak berhenti menantang diri dan kemampuannya dengan selalu mencari tantangan dan pelajaran baru di luar bidang yang telah ia kuasai. Ibaratnya, jangan takut untuk menjadi anak TK lagi.
Setelah buku saya yang pertama, Femalography, yang notabene sangat konseptual, menampilkan tehnik terbaik yang saya punyai, penuh dengan detail dan kematangan ide, saya merasa sudah saatnya keluar dari lingkup yang telah dijalani selama 5 tahun pembuatan bukunya. Muncullah di benak saya untuk membuat pameran yang tidak berkonsep (it’s all about capturing, not creating), tidak memakai teknis fotografi yang canggih, tidak melibatkan survei lokasi dan juga tidak ada diskusi terlebih dahulu dengan subjek fotonya. Saya pikir, pasti seru! Saya pikirkan lagi selama 3 menit lebih lama, dan lahirlah ide untuk membuat portraiture dari 100 tokoh Indonesia, di kamarnya yang paling pribadi. Pasti ini akan menarik untuk saya, untuk para tokoh itu sendiri dan juga untuk yang melihat hasilnya kelak.
Tantangan terbesar ada dari segi penjadwalan, karena semuanya sama-sama sibuk. Tetapi rata-rata semua tokoh yang dihubungi mau difoto, dan terlihat excited, karena mereka juga belum pernah mengalami pemotretan seperti ini sebelumnya. Saya pikir, dalam retrospeksi saya, ide yang baik akan membuahkan respon yang baik. Saya pikir orang-orang ini rela difoto di kamarnya masing-masing karena mereka menaruh respek kepada ide itu sendiri, dan cukup penasaran juga untuk melihat hasilnya, yang akhirnya baru mereka bisa lihat pertama kalinya pada saat pameran dan peluncuran bukunya di Senayan City pada tanggal 23 Oktober yang lalu.
Ini benar-benar petualangan. Banyak kejadian seru dan lucu terikut di dalamnya. Pada saat saya masuk ke kamar Ringgo, saya melihat kamar yang benar-benar kosong melompong. Apalagi yang bisa difoto kalo bukan Ringgo sendiri, saya pikir. Dan tentu saja, harus gokil. Begitu juga dengan foto Denada. Wanita cantik ini, yang menurut saya dari dulu selain memiliki suara dahsyat tetapi juga gokil dan rock n rollin’, dengan santainya datang dengan konsep untuk berpose didalam sehelai sprei. Mengapa tidak?
Pada akhirnya, hal terpenting dalam petualangan ini tidak lain tidak bukan adalah penangkapan karakter. Karakter yang tergali akan menarik untuk dilihat, dinikmati, bahkan dicermati. Sebagai fotografer, itu artinya pencapaian, prestasi dan tentu saja, kepuasan batin.
– Jerry Aurum
![]()
In My Room
33×23 cm
220 halaman
Hard cover, jacket
Art paper
Full-color printing
![]()
INFORMASI PEMESANAN
Harga (belum termasuk biaya kirim) Rp. 250.000,-
Sila kirimkan alamat tujuan pengiriman serta jumlah pesanan melalui email ke store@dgi-indonesia.com atau SMS ke: +62 858 90 2323 10 atau +62 818 0602 7099, biaya kirim akan kami hitungkan.
Cara Pembayaran
a. Transfer via internet banking:
BCA Cabang Pondok Indah. No. 2371360907 a/n Hanny Kardinata. Login ke www.klikbca.com atau
Bank Mandiri Cabang Bintaro. No. 1640000247785 a/n Hanny Kardinata. Login ke www.bankmandiri.co.id
b. Transfer via ATM ke:
BCA Cabang Pondok Indah. No. 2371360907 a/n Hanny Kardinata atau
Bank Mandiri Cabang Bintaro. No. 1640000247785 a/n Hanny Kardinata
c. Konfirmasi pembayaran* ke DGI Bookstore <store@dgi-indonesia.com>:
Sutjipto Tantra
+6285890232310
+6281806027099
d. Pengiriman diproses paling lambat satu hari setelah transfer pembayaran diterima.
* Cantumkan nama, alamat, email dan nomer telepon selular anda saat konfirmasi melalui SMS.
![]()
Kembali ke halaman utama » DGI Bookstore
![]()
DGI Bookstore mendistribusikan karya artis, desainer dan penulis seni budaya Indonesia (art & design book, design-related merchandise, artwork, handicraft dll.) ke seluruh Indonesia, dan semoga kelak juga ke berbagai negara.
Alamat: Lumut Hijau Kav. 332 Blok L, Cinere, Depok, Indonesia 16514 | Telepon: +62217541360, +6285890232310, +6281806027099 | Email: store@dgi-indonesia.com | Web site: Under construction | Rekening: BCA Cabang Pondok Indah. No. 2371360907 a/n Hanny Kardinata. Login ke www.klikbca.com, Bank Mandiri Cabang Bintaro. No. 1640000247785 a/n Hanny Kardinata. Login ke www.bankmandiri.co.id











Tipografi dalam Desain Grafis
www.underconsideration.com

Dari Obed Bima Wicandra, Surabaya:
Dengan kualitas foto yang keren dan harga yang tergolong murah untuk buku fotografi, semua orang merasa adil bisa menikmati buku tersebut… masuk dalam rekomendasi.
Dari De Maulana, Bandung, 23 November 2011:
Sukses di usianya, selamat. salam / de maulana